Secret admirer

Secret admirer

  • WpView
    Reads 3,129
  • WpVote
    Votes 210
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2015
Aku melihatnya disini sekarang dia begitu lihai dalam memainkan bola basket ,teman-teman perempuanku berteriak sangat kencang menyebut namanya "kyyaaaa kazuo kun kawaii" "kerenn kazuo kun semangat " "kazuo kunnn". Ya begitulah teriakan dari fans kazuo kun.Kazuo kun lelaki yg sangat aku kagumi namun aku tidak ada pantasnya untuk dia, aku hanya gadis berkacamata yg tak populer seperti kazuo kun .Lamunanku buyar saat kulihat dia telah selesai bermain basket teman-temanku kebanyakan perempuan menghampiri dia dan menawarkan minuman serta handuk untuknya namun dia menolak dan berjalan kearahku sudah dipastikan pasti mukaku sudah memerah bagaikan tomat kesukaannya. "hai..." Apa pendengaranku rusak dia barusan menyapaku. aku menjawab dengan gugup "ha..ha..haii"namun dia malah melangkah menjauh dariku. Teettt teettt bel pulang berbunyi aku segera bergegas membereskan buku-buku ku dan pulang tentunya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • One Week Love 1 (completed)
  • ᴅɪꜰꜰᴇʀᴇɴᴛ ʏᴇᴀʀꜱ ɪ ꜱᴛɪʟʟ ʟᴏᴠᴇ ᴜ {The End}
  • possessive boyfriend
  • Fake Nerd Girl [END]
  • •TSUNDERE• {END}
  • Brothers
  • ɪ ʙᴇᴄᴀᴍᴇ ᴀ ᴘᴏᴏʀ ᴘʀɪɴᴄᴇ
  • 🄸🄽🄳🄾 🅈🄾🅄'🅁🄴 🄼🄸🄽🄴 {Tamat}
  • Can't Break (END) KTH✔
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang

"Aku menunggunya, untuk melihatku..." Meski lincah, aku terkenal ceroboh. Aku tertawa sambil mundur, sebelum menyadari kalau aku menabrak. Kaget, aku malah tergelincir. Jadi aku menarik orang yang dibelakangku. Dia jatuh dan aku berhasil tetap berdiri. Hampir saja. Berniat kabur, dia menangkap tanganku. Tak menoleh, aku menarik tanganku. Tapi dia lebih kuat dan aku ikut terjatuh disebelahnya. Momentum membuat muka kami bertabrakan dan aku mencium pipinya. Sama-sama kaget. Kami menjauh. Dia salah satu teman dari cowok gendut tadi. Reflek, aku langsung menangkap rambutku yang berkeliaran untuk menutupi muka. Mendapati dia yang melotot sambil memegang sebelah pipinya yang bisa kulihat punya jejak lipstick-ku. "lo siapa?" dia menarik tanganku. Aku tak bergeming. Aku melihat kesampingnya dan berteriak, "selamat pagi pak dekan." Dia menoleh dan aku meloncat kabur.

More details
WpActionLinkContent Guidelines