Nata selalu penasaran. Tidak terkecuali pada laki-laki yang pertama kali ditemuinya di tengah deras hujan hari itu. Dia selalu sendirian dengan luka di tangan dan lebam di wajah. Sorot matanya tajam, jauh dari bersahabat. Suatu hari Nata bahkan melihatnya berlutut dan berdarah-darah, dikelilingi 6 orang laki-laki dengan balok-balok kayu di tangan mereka. Segala sesuatu padanya seolah meyakinkan siapa pun untuk tidak mendekat. Tapi tidak untuk Nata. Dia tidak bisa mencegah pertemuan demi pertemuannya yang terjadi terus-menerus dan berurutan seolah dirajut takdir. Setiap pertemuannya kemudian mengungkap satu per satu fakta sederhana, kenyataan, hingga jawaban pada setiap pertanyaan di kepalanya. Fakta bahwa dia bernama Arka. Kenyataan bahwa dia telah lama menutup semua pintu bagi siapa pun untuk masuk ke dalam kehidupannya. Tapi Nata penasaran. Penasaran yang kemudian membuatnya tahu terlalu banyak. Penasaran yang kemudian membuatnya jatuh hati. Penasaran yang kemudian membuatnya menjadi Nata yang tidak sama lagi.
More details