Barangkali, kecewa yang jatuh tak pernah benar-benar sampai ke dasar. Ia hanya terapung, tersesat di hulu yang tak pernah selesai menampung luka. Hujan di bulan Juli pun gagal mengabarkan pilu; ia turun tanpa suara, seperti rahasia yang sengaja dilupakan.
Jangan tanya pada diam-ia tak akan menjawab. Jangan cari pada lupa-ia sedang sibuk menyembunyikan. Tanyakanlah pada 'rela', sejauh mana ia bertahan tanpa runtuh, tetap utuh di tengah sendu yang tak kunjung reda.
Tulisan ini bukan tentang retak. Ini hanyalah sepenggal kata paling sunyi yang pernah berbisik dalam benak.
Tertanda: pelukan yang pernah ada, di antara dua sisi rindu yang sama-sama tak tahu arah pulang.
Dunia kita berbalikan. Setiap bagian derita selalu aku yang mendapatkan. Skenario Tuhan memang sangat menyakitkan. Setiap luka menyimpan kenangan. Baik dan buruk nya selalu tertanam dalam ingatan.
Ada nya duka pasti ada suka. Ada nya derita pasti ada bahagia. Dunia masih berputar pada poros nya. Dengan aku yang masih mengharapkan setitik cahaya terang.
"TUHAN, DIMANAKAH LETAK KEADILANMU?!"