Story cover for PECAHAN ANTARA by konsonan_biru
PECAHAN ANTARA
  • WpView
    GELESEN 431
  • WpVote
    Stimmen 118
  • WpPart
    Teile 15
  • WpView
    GELESEN 431
  • WpVote
    Stimmen 118
  • WpPart
    Teile 15
Laufend, Zuerst veröffentlicht Sep. 27, 2024
Barangkali, kecewa yang jatuh tak pernah benar-benar sampai ke dasar. Ia hanya terapung, tersesat di hulu yang tak pernah selesai menampung luka. Hujan di bulan Juli pun gagal mengabarkan pilu; ia turun tanpa suara, seperti rahasia yang sengaja dilupakan.

Jangan tanya pada diam-ia tak akan menjawab. Jangan cari pada lupa-ia sedang sibuk menyembunyikan. Tanyakanlah pada 'rela', sejauh mana ia bertahan tanpa runtuh, tetap utuh di tengah sendu yang tak kunjung reda.

Tulisan ini bukan tentang retak. Ini hanyalah sepenggal kata paling sunyi yang pernah berbisik dalam benak.

Tertanda: pelukan yang pernah ada, di antara dua sisi rindu yang sama-sama tak tahu arah pulang.
Alle Rechte vorbehalten
Melden Sie sich an und fügen Sie PECAHAN ANTARA zu deiner Bibliothek hinzuzufügen und Updates zu erhalten
oder
#317kelahiran
Inhaltsrichtlinien
Vielleicht gefällt dir auch
Sepertiga Malam Tentangnya von hannadhieaam_
46 Kapitel Abgeschlossene Geschichte
#1 in fisabilillah (29/09/20) CERITA SUDAH TERSEDIA DI DREAME DENGAN VERSI YANG LEBIH LENGKAP DAN SUDAH DIREVISI. KETIK JUDULNYA DI PENCARIAN LANGSUNG, YA:) •°•°•°• Kala fajar belum terbit, masih bersembunyi di balik pekatnya gulita. Di pagi buta, sang angin memeluk hangat para pemilik raga. Menggenggam angan. Memupuk berjuta harapan. Melangitkan doa ke angkasa Tuhan. Membisikkan sesuatu pada bumi, melalui sujud di hadapan sang Ilahi. Bergumam bersama angin, bercerita pada semesta melalui suara hati. Tahukah kamu, hal apakah di balik semua itu? Jawabannya ialah kamu. Kamu yang selalu berada di balik kata "semoga". Kamu yang tetap menjadi "Aamiin" teristimewa. Izinkan aku meminjam namamu, untuk ku perbincangkan bersama Rabb-ku kala sepertiga malam menyapa tidurku dengan lembut. Perihal lenganku yang belum bisa meraih pelukmu, maka izinkan aku mencintaimu dalam diam, mendekapmu dalam doa, dan memelukmu dalam sujud. •°•°•°• Bibirnya nampak menerbitkan senyum kecil sembari menatap gelapnya langit malam dari jendela kamar. Balutan mukenah masih memeluk raganya. Ia baru saja berbincang dengan Allah melalui perjumpaan doa. "Sepertinya, Allah menciptakanmu saat tersenyum. Sehingga kamu semanis itu, sehangat itu, semenyejukkan itu, juga semerindukan itu." "Setelah sholat tahajjud tidur, ya. Selamat malam, kamu." • Keisya Savierra Assalafiyah • •°•°•°• No copy paste guyss!! Buat karya dengan ide dan pemikiran kalian sendiri!
(Bukan) Keluarga von akulily_
29 Kapitel Laufend
Sequel 'Umi untuk Putraku' __________________________ Dulu, ia menikah dengan seorang duda berbuntut satu. Namun, sekarang ia men-janda. Tertinggal putra putrinya yang menjadi kunci ia bersemangat. Keduanya pula yang menjadi alasan kuat ia berusaha bangkit dalam kesenduan. Pikirnya semua akan baik ketika hatinya telah tertata apik setelah mengikhlaskan sedikit kepergian sang suami. Kenyataan berbanding terbalik. Awalnya semua baik, sangat baik. Sampai ia dijatuhkan oleh perasaan yang ia pikir baik. Semua kembali seperti dulu. Ketika ia dipinang almarhum sang suami dan memiliki putra sambung yang saat itu belum menerimanya. Ia harus berperang kembali merebut hati sang putra. Namun, bedanya tak ada sang suami yang menyemangatinya. Dengan hati yang masih berusaha mengikhlaskan almarhum sang suami, ia harus menggunakan sisa hatinya untuk melunakkan hati putranya yang tiba-tiba kembali mengeras entah karena apa. Ketika dulu sang suami melarangnya untuk bekerja, kini ia harus memaksa tulangnya untuk bekerja keras. Bukan hanya satu atau dua pekerjaan yang ia lakukan, tapi banyak pekerjaan yang dilakukannya. Tak ada waktu luang baginya. Hari-hari hanya ada kerja, kerja, dan kerja. Dengan menggendong sang putri ke mana pun langkahnya membawa. Semua demi sang putra yang berubah layaknya singa kelaparan. Pun dengan putrinya yang turut menjadi takut tiap kali melihat sang kakak. "Tak peduli badanku hanya tersisa tulang dan kulit. Apapun akan kulakukan untuk putraku." "Tak peduli badanku kurus kering tak terawat. Apapun akan kulakukan asal putriku bisa makan dengan kenyang." Kisah akan dimulai. Bagaimana single parent rapuh itu menjalani hidup barunya ...? SELAMAT MEMBACA:) Cover: Pinterest+Canva
Vielleicht gefällt dir auch
Slide 1 of 8
Permainan Takdir [TAMAT] cover
INKONSISTENSI RASA (TERBIT) cover
Refleksi cover
Secangkir Kopi dan Seutas Rindu [ COMPLETED ] cover
Sepertiga Malam Tentangnya cover
Jodoh Kedua (END) cover
RECLINE cover
(Bukan) Keluarga cover

Permainan Takdir [TAMAT]

60 Kapitel Abgeschlossene Geschichte

Dunia kita berbalikan. Setiap bagian derita selalu aku yang mendapatkan. Skenario Tuhan memang sangat menyakitkan. Setiap luka menyimpan kenangan. Baik dan buruk nya selalu tertanam dalam ingatan. Ada nya duka pasti ada suka. Ada nya derita pasti ada bahagia. Dunia masih berputar pada poros nya. Dengan aku yang masih mengharapkan setitik cahaya terang. "TUHAN, DIMANAKAH LETAK KEADILANMU?!"