We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Home?

Home?

  • WpView
    Reads 213
  • WpVote
    Votes 118
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 16, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Seorang gadis berjalan terseok-seok membelah hutan lebat di malam yang gelap, ia hanya di temani oleh cahaya bulan sebagai penerangannya Gadis itu berjalan sambil terus memegangi perutnya yang terasa sakit. sudah dua hari iya tidak makan dan minum. ia terjatuh berkali kali, darah segar terus keluar dari luka di betisnya. Dasar monster biadab, bisa bisanya ia menyakiti perempuan baik sepertinya sedangkan dia? malah asyik tertawa melihat penderitaannya Meskipun kaki dan perutnya sakit, ia harus terus berjalan. ia harus kabur dari monster gila itu, dirinya akan sangat tidak terima kalau harus mati konyol di tangan orang yang bahkan ia tidak kenali "Kita memang ngga bisa milih mau terlahir dari keluarga seperti apa, tapi setidaknya kita bisa membuat keluarga yang kita mau" Gadis itu teringat kata kata pria yang ia sayangi "Ayo kita buat rumah impian kita, rumah yang penuh canda tawa dan kasih sayang di dalamnya" pria itu tersenyum menggenggam tangannya lalu melanjutkan "Tunggu semuanya selesai, kita wujudkan semua wish list kita. bertahan sebentar lagi Kal." Tanpa di sadari seseorang tersenyum di balik pohon yang menjulang tinggi di samping Gadis itu. monster itu tersenyum di balik topeng mengerikannya dengan cipratan cipratan darah kering. Monster itu melihat tangannya yang berlendir bau anyir sangat menyengat dari tubuhnya. darah di tangannya itu adalah darah gadis yang sedang berjalan melewatinya Gadis itu tersentak kaget kala ada sebuah tangan besar yang menariknya. "TOLONG!" teriak gadis itu, ia hendak melepaskan namun tenaganya sudah terkuras habis. Sialan monster itu menemukannya. Monster itu menarik kakinya yang baru saja dia lukai. perih, ngilu, sakit semua bercampur jadi satu. Gadis itu menangis ia ingin pulang. "Ya Allah, sakit.." airmata nya jatuh. malam ini jadi saksi bagaimana perjuangan nya untuk bertahan hidup menegakkan keadilan "Pulang... ayah. aku mau pulang." Janlup vote and komen nya guyss!! follow juga yaa😉😉
All Rights Reserved
#513
teror
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shadow in the Lab
  • Bound to Him
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Defiant [END]
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Hello, Mr. Mafia!
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Fraktal Rahasia (Selesai)

Sebagai anak magang di laboratorium penelitian mutakhir, Selene tahu pekerjaannya tidak akan mudah. Tapi dia tidak pernah menyangka harus berhadapan dengan Axel-vampir berbahaya yang dikurung dengan rantai berat, tatapannya tajam dan penuh kejengkelan. "Nah, manusia lain." Suaranya datar sebelum dia memutar mata, seolah keberadaan Selene hanyalah gangguan kecil dalam hari-harinya yang panjang. Ilmuwan disini ingin memahami kekuatannya, mengungkap misteri yang membuatnya berbeda. Tapi Selene? Dia hanya ingin menemukan cara agar bisa bertahan... dan mungkin, mendekatinya tanpa menjadi target berikutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines