We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cinta Terakhir Yang Tak Terucap

Cinta Terakhir Yang Tak Terucap

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 26, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
"Sejak kelas 3 SD, dia sudah menyimpan rasa. Diam-diam mencintai, diam-diam berharap. Bertahun-tahun menunggu, sampai akhirnya di kelas 8 SMP, ia memberanikan diri untuk mengungkapkan semuanya. Tapi dunia tidak berpihak padanya. Gadis itu sudah menggenggam tangan orang lain-sahabatnya sendiri. Hancur, tapi tetap tersenyum. Terluka, tapi tak pernah membenci. Hingga suatu hari, sebelum sempat benar-benar melupakan, takdir lebih dulu memanggilnya pulang. Dan gadis itu baru menyadari... bahwa ia telah kehilangan seseorang yang mencintainya dengan cara paling sunyi." Yang penasaran cusss baca aja, jangan lupa komen dan follow akun ku ya
All Rights Reserved
#38
cintaterakhir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Natrium dan Klorida
  • DEA ✓ (WM) TERBIT
  • Secret Admirer
  • Ketos Vs Adek Kelas
  • ALEANGGA [On Going]
  • HALOALKANA
  • Let Me Be Your Man (Tamat)
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati

"Nana berusaha menggenggam mawar dari Angga terlalu erat" Lirih Nana mengucapkan kalimat itu, "Sampai durinya melukai Nana begitu dalam". Sebait analogi kecil tercipta, menggambarkan dengan jelas apa yang terjadi di hati Nana. Angga tetap bungkam. Sakit. Perih. Ia tahu ia sedang melukai hati Nana. Hati yang tulus mencintainya. "Nana-" Gadis itu lagi-lagi terisak. "Apa Angga bukan lagi untuk Nana seorang?" Ah kalimat itu. Hati Angga ditikam sangat dalam. Pertanyaan itu tak mampu ia jawab. Lidahnya kelu. "Apa ada hati yang lain?" Nana bertanya lagi. Iya. Ada. Maafin Angga. Angga membatin. Ia tak sanggup lagi melukai Nana lebih dalam. Hatinya harus memilih. "Mawarnya ngga mau melukai Nana lagi. Mawarnya harus pergi" Jawab Angga lirih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines