4 Pangeran Nocturna (Blood & Rebellion)

4 Pangeran Nocturna (Blood & Rebellion)

  • WpView
    Odsłon 190,764
  • WpVote
    Głosy 21,365
  • WpPart
    Części 45
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja wt., lut 10, 2026
Dunia ini bukan milik manusia semata. Sejak awal peradaban, mereka hidup berdampingan dengan makhluk yang keberadaannya hanya berbisik di antara lorong-lorong sunyi dan malam-malam tanpa bulan. Vampir bukan sekadar mitos yang tertulis dalam dongeng penuh ketakutan. Mereka nyata, menghirup udara yang sama, melangkah di jalan yang sama, namun tetap terpisah oleh batas yang tak kasat mata. Manusia boleh menguasai siang, tetapi malam adalah milik mereka. Di singgasana tertinggi, di balik dinding batu obsidian yang dingin, duduklah Raja Malakar-pemimpin mutlak yang namanya sendiri cukup untuk membungkam para pembangkang. Ia bukan sekadar raja, melainkan algojo yang memerintah dengan genggaman tangan besi. Tidak ada ampun bagi yang menentang, tidak ada belas kasih bagi yang lemah. Clarence, Saveri, Atlas, dan Arkananta. Mereka adalah pewaris Nocturna, empat pangeran yang diasuh dalam darah dan pertempuran, dibesarkan di bawah bayang-bayang seorang raja yang menuntut kesempurnaan. Setidaknya, sebelum malam itu terjadi. Malam yang mengubah segalanya. Malam di mana Nocturna, yang tak terkalahkan, terguncang oleh sesuatu yang bahkan Raja Malakar sendiri tak mampu kendalikan. Malam di mana bayangan menjadi lebih kelam, dan kebanggaan menjadi kehancuran. #281226
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Bloodstained Moonlight (GUANGJIE)
  • PREDICTION | NOREN
  • The NECROMANCER
  • Between Crown and Forest
  • Vampire Can't Find Me : Who Am I? [END]
  • ꒰𝐯𝐞𝐧𝐮𝐬★꒱ THE MOON
  • Renjana [COMPLETED]

Xia Zhiguang telah hidup lebih lama dari yang bisa diingatnya. Malam adalah rumahnya, kegelapan adalah selimutnya, dan kesunyian adalah satu-satunya teman yang setia. Di kota perbatasan yang dilupakan waktu, ia berjalan tanpa tujuan, haus akan darah yang telah menjadi kutukannya. Namun, pada suatu malam yang dingin, di bawah cahaya bulan yang redup, ia menemukan sesuatu yang lebih berbahaya dari rasa hausnya-tatapan seorang manusia yang tak seharusnya menatapnya dengan begitu dalam. Huang Junjie tidak seperti manusia lainnya. Tidak ada ketakutan di matanya, hanya ketertarikan yang membakar seperti api kecil di tengah kabut malam. Dia bukan sekadar pemuda biasa-dia seorang pencari, seseorang yang haus akan rahasia dunia yang tersembunyi. Dan kini, ia berdiri di hadapan Zhiguang, seolah telah menemukan teka-teki terbesar dalam hidupnya. Zhiguang seharusnya pergi. Seharusnya berpaling sebelum perasaan ini mengakar, sebelum keinginan yang lebih berbahaya daripada rasa hausnya menguasai dirinya. Namun, semakin ia mencoba menjauh, semakin Junjie menariknya ke dalam dunia yang seharusnya ia tinggalkan. Namun, cinta antara makhluk malam dan manusia tidak pernah berakhir tanpa pengorbanan. Ada harga yang harus dibayar, ada batas yang tak boleh dilewati. Dan saat bahaya mulai mengintai dari bayang-bayang, Zhiguang harus memilih-menyelamatkan Junjie dengan melepaskannya, atau menyeretnya ke dalam kegelapan yang tak berujung. Karena bagi mereka yang hidup di antara malam dan keabadian, cinta bukanlah anugerah. Itu adalah takdir yang kejam. . . GUANGJIE, FANTASI, TRAGEDI,

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści