131 Hari Menuju Mati

131 Hari Menuju Mati

  • WpView
    Reads 369
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 12, 2025
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Roda kehidupan itu berputar, dan Shankara percaya sekarang. Alur hidup yang awalnya berjalan mulus seakan tanpa hambatan, justru kini harus malang melintang seperti diterjang badai. Dia yang pertama dijaga layaknya intan berlian, kini berubah selayaknya kambing hitam dari sebuah permainan Tuhan. Tetapi, jauh dari itu Shankara terlanjur paham. Tuhan itu mampu mendengar doa dari setiap makhluk ciptaannya. Meski pada akhirnya dia berakhir mati, Shankara yakin itu jawaban Tuhan atas segala doa darinya. "Entah bagaimana Tuhan membaca doa, tapi aku percaya, Tuhan mengerti semua bahasa" -Shankara-
All Rights Reserved
#5
mati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Yang Tak kunjung Membaik
  • Rainbow
  • Raina Maramitha
  • Pluviophile [END]
  • Run For You ||  SUNGHOON HEESEUNG
  • Chains of Devotion (WonJay)
  • I'm Fine (END)
  • SACRIFICE~ SUNGJAKE / ENHYPEN
  • Brave Alone
  • Stendhal Syndrome: Love Your Smile

Tentang anak laki-laki yang dipaksa menebus dosa dan Karma keluargamya sendiri. Menceritakan tentang seorang anak laki laki dengan 2 kehidupan yang dia jalani sendirian. 1 raga, 2 jiwa, yang berdiri dikakinya sendiri, menjalani takdir yang seolah-olah selalu memaksa dirinya untuk kalah. "Kalian pikir dosa dan kesalahan kalian di masa lalu sudah tuntas dengan membuang saya? Tapi kalian salah besar, justru karma kalian baru saja dimulai, bahkan akan diputar dengan versi jauh lebih mengerikan. Manggala, itu keluarga pembawa malapetaka, mustahil jika ingin menciptakan keturunan yang sehat." "Ma,badan arthur sakit semua, ma. arthur mau dipeluk, yang lama." "ANAK AKU MASIH HIDUP BRAYN!, dia masih hidup hiks putra ku masih hidup brayn dia masih hidup..." "putra kita sudah meninggal nara. mustahil anak sekecil itu, selamat dari kejadian semengerikan itu, nara. mustahil," "mama, bunda anakmu masih hidup,maafkan anakmu ini yang terlalu rapuh sampai melupakan sosok ibu seperti kalian." "kamu satu-satunya alasan aku hidup sya, please don't leave me,sya." "In another life,sya?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines