Story cover for RE:MEMBER (END) by nandayyaa
RE:MEMBER (END)
  • WpView
    Reads 3,391
  • WpVote
    Votes 1,873
  • WpPart
    Parts 24
  • WpView
    Reads 3,391
  • WpVote
    Votes 1,873
  • WpPart
    Parts 24
Complete, First published Sep 28, 2024
Akibat kecelakaan 6 bulan yang lalu, Elang harus menerima kenyataan jika sebagian ingatannya hilang. Hari-hari biasa Elang menjadi kacau saat sebuah ingatan muncul. Ingatan di mana seorang gadis datang dan membuat hidup Elang berwarna, bagaikan 7 warna pelangi yang menghiasi langit setelah hujan. Sayangnya Elang lagi-lagi harus menerima kenyataan pahit bahwa gadis diingatannya itu telah meninggalkannya untuk selamanya. 
Hari-hari berlalu seperti biasa, hingga suatu hari seorang gadis datang ke hidupnya. Gadis dengan julukan 'Black Swan' itu membuat Elang kembali teringat akan pacarnya yang telah lama meninggal. Wajah, suara, bahkan kepribadian gadis itu sangat mirip dengan pacarnya. Elang mulai mempertanyakan segala keanehan antara gadis di ingatannya dan gadis yang baru muncul itu. Tidak hanya gadis itu yang menjadi aneh, semua orang disekitar ELang mulai menunjukkan gelagat aneh. Elang kembali mempertanyakan ingatannya yang hilang sebagian itu. 

"Kepala aku mungkin gak ingat sama kamu, tapi hati aku masih ingat jelas siapa pemilik aslinya"
-Elang Cakrawala-

"Aku tau ini salah, tapi aku hanya ingin melihatnya sedikit lebih lama lagi"
-Nashaly Langit Biru-
All Rights Reserved
Sign up to add RE:MEMBER (END) to your library and receive updates
or
#140balet
Content Guidelines
You may also like
Aksa Amerta by Sepienite_
61 parts Complete Mature
"Kamu tahu, sejak kecil aku jatuh hati dengan laut. Laut seperti candu untukku. Tapi sejak kejadian itu, laut menjadi terlihat mengerikan dan penuh dengan misteri. Sehingga aku tidak lagi berani untuk menyelaminya terlalu dalam. Sama kayak kamu. Aku sudah (berhasil) jatuh hati denganmu, namun kini aku hanya bisa sampai di batas wajarku saja. Sebab kamu kembali menjadi misteri buatku." - Ashana Aruna. "Bagaimana jika yang dirindukan adalah orangnya? Bukan kenangannya?" - Aksara Rajendra. "Jika yang bisa kamu rindukan hanyalah seseorang tanpa kenangannya, maka sekarang 'kita' hanyalah fatamorgana yang tak kunjung usai. Sebab tanpa kenangan, 'kita' akan tetap menjadi asing." - Ashana Aruna. Aksara terdiam mendengar perkataan Aruna. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa seperti merindukan seseorang. Tapi sayang, sampai sekarang ia masih tidak bisa mengingat siapa orang yang selalu dirindukannya itu. Kecelakaan kapal pesiar yang ia tumpangi setahun yang lalu, membuatnya hilang ingatan. Seperti manusia yang terlahir kembali. Ia berubah 360° bahkan melupakan tunangannya sendiri, Ashana Aruna. Aruna ikut terdiam. Hening beberapa saat. Berada di samping Jean masih terasa hangat seperti dulu. Untuk yang kesekian kalinya, Aruna tidak ingin egois. Ia tidak ingin memaksa Jean untuk mengingatnya, sebab ada perempuan lain yang sekarang juga tengah menanti kepulangan seorang Aksara Rajendra. "Sepertinya semesta memang tidak menginginkan epilog untuk prolog yang telah terjadi antara kita, aku pamit ya Jean." ucap Aruna tersenyum tulus.
Petikan Lingga by alergi_alergy
12 parts Complete
Suara petikan gitar mengisi ruangan kecil itu, menggema lembut di antara dinding-dinding kosong. Lingga duduk bersila di lantai, memeluk gitar akustiknya seperti seorang sahabat lama yang selalu setia mendengar. Tangannya bergerak perlahan, memainkan melodi yang sederhana namun penuh makna. Mata Lingga terpejam, seakan mencari ketenangan di antara setiap nada yang ia mainkan. Hari itu, matahari menyelinap masuk melalui celah-celah jendela. Langit berwarna jingga keemasan, tanda bahwa senja sudah mulai memeluk hari. Lingga tahu bahwa waktu terus berjalan, namun ia merasa seolah detik-detik itu melambat saat ia tenggelam dalam musiknya. Di sudut ruangan, terletak sebuah foto kecil yang berdiri di atas meja kayu. Foto itu adalah potret dirinya bersama Nalendra-tertawa bersama di sebuah taman dengan cahaya matahari menerpa wajah mereka. Lingga melirik foto itu sejenak, senyumnya muncul tapi dengan berat, seakan ada sesuatu yang tertahan. Petikannya terhenti. Lingga menarik napas dalam-dalam, lalu menundukkan kepala, memandangi gitar di pangkuannya. "Len... gue nggak tahu kenapa gue selalu mainin lagu ini setiap kali gue mikirin lo," gumamnya lirih. Ia mengusap wajahnya, mencoba menahan air mata yang mulai menggenang di matanya. Hening. Hanya ada suara angin yang meniup lembut tirai jendela. Lingga kembali menyandarkan punggungnya ke dinding, mencoba mengingat saat-saat ia dan Nalendra duduk bersama di tempat ini. Gitar yang kini di tangannya pernah dimainkan oleh Nalendra, bahkan melodi yang ia mainkan barusan adalah lagu yang sering mereka nyanyikan bersama. "Mungkin lo bener, Len," bisiknya pelan. "Hidup ini nggak selalu soal yang sempurna, tapi soal belajar menerima." Lingga tersenyum kecil, meskipun hatinya masih terasa berat.
You may also like
Slide 1 of 10
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
FATAMORGANA [ END ] cover
Aksa Amerta cover
Males, ribet.  cover
Petikan Lingga cover
GRIZLEN {On Going} cover
MEISYA  cover
KEPERGIAN SENJA cover
AILAH(END)✅ cover
Ex or New? [REVISI] cover

Diary Ayra: Cerita Cinta SMA

54 parts Complete

Masa SMA selalu identik dengan cerita cinta pertama-manis, sederhana, dan penuh harapan. Ayra tahu itu. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu berharap pada kisah cintanya sendiri. Hingga kehadiran Heksa Albara Davendra perlahan mengubah cara Ayra memandang perasaan. Dari obrolan ringan, kebersamaan sebagai sahabat, hingga rasa nyaman yang tumbuh tanpa disadari, Ayra mulai percaya bahwa hatinya tak salah memilih. Namun, cinta tak selalu datang pada waktu yang tepat. Ketika perasaan semakin dalam, Ayra dihadapkan pada kenyataan yang memaksanya belajar tentang kecewa, menerima, dan arti mencintai tanpa memiliki. Diary Ayra adalah kisah tentang cinta SMA yang sederhana, realistis, dan dekat dengan kehidupan remaja-tentang harapan yang tumbuh, perasaan yang tak selalu berbalas, dan proses pendewasaan diri di usia muda.