Sedikit saja, sebab jika berlebihan semuanya akan menjadi berantakan. Tadinya seperti itu, semua berbeda setelah kenyataan memberitahukan bahwa bahagia tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Gemuruh teriakan isi kepala benar - benar ramai, mereka menyuarakan masing - masing setiap harapannya hingga tak sedikitpun berusaha memahami kegelisahan yang membuat semuanya jadi makin berantakan. Bukan soal cinta, melainkan harapan - harapan gagal yang sulit dipulihkan.
Akankah semuanya membaik tuhan? setelah pendidikan sulit dilanjutkan, bisnis dibangkrutkan, dan percintaan dikandaskan.
Maaf aku lupa, seharusnya aku belajar pada bumi. Bagi bumi langi selalu indah, dan megah. Langit selalu menawan kala berawan atau tanpa awan. Langit selalu menarik walaupun sedang terik, tetap rupawan meskipun sedang hujan. Tak salah bumi terpesona hingga jatuh cinta. Sampai lupa, apakah semesta merestuinya?
Apa sih yang bisa dibanggain dari seorang bad boy yang suka tawuran, balapan, berantem, ngerokok, dan nyari masalah?
Ya, mungkin cuma kegantengan dan kesempurnaan fisiknya aja yang bisa dibanggain. Selebihnya? Kayaknya nggak ada deh.
Namun, bagi ADHISTI AURISTELA seorang bad boy yang dia kenal tak sengaja di atap sekolah adalah cowok terbaik yang ada dalam hidupnya.
AGNAN RENANDRA, cowok dengan segudang masalah itu juga bertekuk lutut saat berjumpa dengan sosok Adhisti yang berhasil mengubah hidupnya.
Lantas siapkah Adhisti ikut terseret dalam permasalahan Agnan? Siapkah dia menerima berbagai risikonya? Mampukah dia menerima berbagai campuran emosi yang menyesakkan dada?
"Memang nggak ada yang bisa gue banggain dari seorang bad boy yang berandalan dan urakan. Dia cuma bisa buat masalah dan berantem doang, tapi dia juga manusia, punya hati dan cinta. Hati buat dicintai dan cinta buat mencintai dan cinta dia adalah yang terbaik buat gue."
~ Adhisti. Auristela
"Gue sadar diri kok gue siapa. Gue tau gue bukan cowok yang pantes buat dicintai tapi gue punya hak buat mencintai. Gue berhak buat sayang sama seorang cewek yang berhasil buat gue jatuh cinta dan itu elo."
~ Agnan. Renandra