FEELING AND SCARS

FEELING AND SCARS

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 1, 2025
Di tengah perjalanan hidup yang penuh liku, Luna, seorang gadis remaja dengan pikiran yang mendalam, menghadapi dilema terbesar: cinta tak terbalas. Dia telah lama jatuh cinta pada sahabatnya, Arion, sosok yang tampan dan ceria, namun tak pernah menyadari perasaan Luna yang mendalam. Di balik senyum dan tawa mereka, Luna menyimpan rahasia yang menyakitkan-kecemasan tentang keluarganya yang rumit dan harapan yang tak kunjung terwujud. Luna selalu terjebak dalam pikirannya, merenungkan setiap momen kecil yang mereka habiskan bersama. Dia berjuang untuk menemukan keberanian dalam mengekspresikan perasaannya, sementara Arion terus hidup tanpa tahu betapa dalamnya luka yang dialami Luna. Ketika cobaan hidup semakin menghimpitnya, Luna harus menghadapi kenyataan pahit tentang cinta, persahabatan, dan diri sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Luka di Atas Janji
  • Langit Yang Tak Lagi sama
  • JANGAN DULU MENYERAH, ALUNA
  • Hujan di Ujung Koridor
  • "Thanks For My Self  Sofiee"
  • semua punya luka
  • Surat Untuk Reno
  • Embrace again, Arnan
  • DI HARI KELULUSAN
  • Jejak Di Antara Bayangan [END]

Mengisahkan tentang Alina, seorang mahasiswa baru yang pemalu dan merasa terasing di Universitas Bintang Antariksa. Hari-hari ospeknya berubah menjadi neraka akibat perlakuan Orion, senior karismatik namun kejam, dan kelompoknya. Setiap tatapan dan ejekan Orion bagai luka yang terukir dalam benak Alina, membuatnya semakin menarik diri. Di tengah intimidasi yang terus menerpanya, satu-satunya cahaya bagi Alina adalah Lyra, sahabatnya yang ceria dan selalu ada di sisi. Namun, takdir memiliki rencana yang tak terduga. Seiring berjalannya waktu, di balik sikap dingin dan perundungannya, Orion mulai menunjukkan sisi lain dirinya kepada Alina. Ada tatapan yang tak lagi mengejek, sapaan yang tak lagi sinis, bahkan bantuan kecil yang terasa tulus. Perlahan, tanpa disadari, benih-benih perasaan aneh mulai tumbuh di hati Alina. Ia mulai melihat Orion bukan hanya sebagai sosok yang menakutkan, namun juga sebagai seseorang yang menyimpan kerapuhan. Perubahan sikap Orion membuat Alina memberanikan diri untuk membuka hatinya. Ia mulai percaya bahwa mungkin ada alasan di balik perlakuan Orion, dan mungkin, di balik topeng intimidasi itu, ada hati yang bisa ia raih. Namun, kebahagiaan Alina kembali terhempas ketika ia menyadari bahwa perhatian Orion yang tampak tertuju padanya ternyata memiliki arah yang lain. Bukan dirinya yang mampu meluluhkan hati Orion, melainkan Lyra, sahabatnya sendiri. Alina menyaksikan dengan hati hancur bagaimana Orion diam-diam menaruh perhatian pada Lyra. Senyum tulus yang dulu sempat ia kira untuknya, ternyata dipersembahkan untuk sahabatnya. Kata-kata lembut yang sempat membuatnya berharap, ternyata ditujukan pada orang lain. Alina terperangkap dalam labirin pengkhianatan dan patah hati. Dibuli oleh orang yang ia cintai, dan dikhianati oleh cinta yang bahkan belum sempat ia genggam sepenuhnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines