Pasupati Sore Hari

Pasupati Sore Hari

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 24, 2024
Aruna Hanindya hanyalah seorang barista yang memiliki hari-hari membosankan. Bagaimana tidak, kesehariannya hanya bekerja dan bekerja. Runa akui hari-harinya sangat membosankan. Disaat remaja seumurannya pergi untuk hangout bersama teman, berkencan, malam mingguan ditempat tongkrongan yang ramai, tapi itu semua tidak berlaku untuk Runa. Runa menghabiskan waktunya untuk bekerja, saat hari libur pun Runa gunakan untuk dirumah seharian. Lalu bagaimana jadinya jika keisengan Runa merubah hidupnya? Kesehariannya yang membosankan kini menjadi menyenangkan karena seorang laki-laki yang Runa kenal lewat aplikasi online. Hanya karena Runa membalas pesan "halo, boleh kenalan gak?" dapat membawa perubahan besar dihidupnya. "Mungkin buat sebagian orang Jembatan Pasupati biasa aja. Tapi bagi gue, Pasupati sore hari itu lebih dari indah. Karena didalamnya ada tentang Dhika dan Aruna." *** •Berlatar belakang Bandung •Ada beberapa media chat dichapter tertentu •Ada beberapa bahasa Sunda di dialog tertentu •Dont copy!! •Feedback, sangat berarti untuk author^^
All Rights Reserved
#24
wattpadnct
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate Rain
  • Are You The One Tied to Me?
  • Gone(✔)🔚
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Arfan & Syeira
  • Langit dan Cahayanya
  • Resiko
  • Maaf' (Revisi)

[ #1 in Rain, 01-09-2018 ] [ #20 in Teen Lit, 11-09-2018 ] [ #51 in Teen Fiction, 11-09-2018 ] Di saat aku membenci hujan, dia datang. Dia datang dengan segala intuisinya tentang hujan. Dia datang dengan segala kecintaannya dengan hujan. Aku jatuh cinta padanya. Sama seperti aku mencintai hujan karenanya. Tapi di hari itu, ia menghilang. Aromanya tak tercium lagi. Jejaknya sudah tak nampak lagi. Syahdunya tak terasa lagi. Ia pergi sebelum aku benar-benar memilikinya. Ia pergi sebelum aku benar-benar mempercayainya. Ia pergi meninggalkan rasa dan juga tanda tanya. Dan, di mana tepat pada 228 hari aku mengenalnya, aku baru mengerti semuanya. Tentang beberapa hal yang sengaja dia sembunyikan, dan juga tentang kenapa dia menyembunyikannya. Saat itu, aku merasakan kehadirannya. *** "Tentang seberapa pentingnya menutup rapat lembaran lama, tatkala lembaran baru mulai terbuka." -Syachwaldan Rizky

More details
WpActionLinkContent Guidelines