MARCO
  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Sep 30, 2024
Marco yang dianggap bisu dan tertutup sebenarnya tidak benar-benar bisu. Ia hanya takut bicara dan mengekspresikan diri. Semenjak Marco memungut buku kontroversial karya Galileo Galilei berjudul "Dialog tentang Dua Sistem Utama Dunia", ia semakin dijauhi penduduk desa dan disebut Pendosa. Keputusan Marco meninggalkan Genoa untuk berguru pada Galileo sudah bulat. Pertemuannya dengan Alberto yang sangat vokal terhadap pemikirannya dan kematian Guru Galileo sehari kemudian membuat Marco hampir putus asa, tetapi Alberto berhasil mendorongnya dengan kata-kata dan pesan terakhir Guru Galileo. Cover by: Raven in De Rave
All Rights Reserved
#6
galileo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • Awan Abu-Abu [END]
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Gotta Be You
  • ANTARIKSA ALGRAVI
  • Twinemy
  • Suar yang kubiarkan Padam

Fiko hanya ingin bebas. Bebas memilih jalan hidupnya, bebas bermimpi, bebas bernapas tanpa harus terus mengecewakan. Tapi hidup tak pernah memberi ruang padanya. Hari-harinya diisi oleh tuntutan, penolakan, dan suara-suara yang tak memberinya tempat untuk menjadi dirinya sendiri. Namun, tak ada yang tahu... bahwa di dalam kepalanya, ada dua suara yang terus bertarung: dirinya yang lemah, penuh cinta dan luka, dan satu suara lain yang lebih kelam, lebih tegas-Bayangannya. Bayangan itu bukan musuh, tapi perisai. Satu-satunya yang berdiri saat semua orang membiarkannya jatuh. Dan ketika dunia tetap tak mendengarkan... Fiko memilih pergi-meninggalkan luka yang tak pernah mereka lihat, dan penyesalan yang tak akan pernah sembuh. Ini adalah kisah tentang keheningan yang terlalu bising, cinta yang tidak dipahami, dan suara-suara di dalam kepala yang menjadi satu-satunya saksi penderitaan. Ini adalah kisah seorang anak yang tak pernah dimengerti... sampai akhirnya dia memilih diam yang abadi-menghilang untuk selama lamanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines