Nol Kilometer

Nol Kilometer

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 25, 2025
☾ Malam kian pekat dengan semburat warna perak dari bulan sabit hari ini, dikegelapan yang tidak pernah cukup membutakan. Sepi kembali hinggap di jendela kamarnya. Ia sudah mencoba mengusirnya berkali-kali, namun, apakah rasa sepi itu hilang dan tidak berniat untuk kembali hinggap di jendela kamar? Tentu tidak. Layla melihat segalanya berwarna abu-abu, tidak ada yang menarik untuk memincingkan mata setelah tiga tahun berujung sia-sia. Rasa yang kemudian membelenggu kamarnya setiap malam, yang tidak pernah keluar meskipun sekedar sebentar. Namun, semuanya perlahan memudar setelah kehadiran laki-laki yang selalu mengucap "Selamat malam" Kepadanya. Laki-laki yang mengenalkan betapa indahnya warna lain selain kelabu. Layla dan laki-laki yang mengenalkannya warna baru. Apakah rasa sepi itu akan menghilang seperti yang dijanjikan olehnya? Juga, apakah Layla akan melewati luka dan senang dengannya? Ayo menyelusup masuk ke dalam kisahnya! ☾ "Selamat malam, Layla. Sudah terlalu malam untuk mengusir rasa sepi, biar gue saja. Dan, gue juga janji. Saat lo bangun, rasa itu sudah pergi dari kamar lo."
All Rights Reserved
#83
layla
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Heyu : Second Gear
  • President's Wife
  • GUMI [Completed]
  • El and Jerganio (End)
  • Kamu Hanya Milikku
  • Skyline Marriage
  • 𝐇𝐈𝐒 𝐒𝐖𝐄𝐄𝐓𝐒𝐔𝐆𝐀𝐑
  • The Cold Ceo's Hidden Heir

Heyu hanyalah satu dari miliaran manusia yang lahir tanpa keberuntungan. Terlahir dari keluarga yang hancur tidak membuat mentalnya runtuh-justru di situlah otaknya belajar bergerak lebih cepat dari siapa pun. Saat orang lain menyalahkan nasib, Heyu mencari jalan keluar. Saat hidup menekannya, ia menekan balik. Ketika ia sudah mendapatkan semuanya. Tuhan kembali mempermainkannya. Tanpa peringatan, jiwanya dikirim ke tubuh orang lain. Tidak masuk akal? Memang. Tapi itulah yang terjadi. Kini Heyu harus memulai lagi dari nol. Bukan dari gigi satu- melainkan gigi dua. Karena ini bukan pertama kalinya ia jatuh. Dan di kesempatan kedua ini, ia tidak lagi belajar bertahan- ia sudah tahu cara melaju. SECOND GEAR.

More details
WpActionLinkContent Guidelines