1221 Daun Gugur

1221 Daun Gugur

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 14, 2024
WpInfo
Poetry
1221 Daun Gugur adalah sebuah kumpulan puisi yang memuat denyut-denyut tersirat dari jiwa yang terperangkap di lorong-lorong renung. Di antara helai hari yang berguguran, kata-kata melayang seperti aroma kabut yang tak tersentuh, menenun makna-makna samar di ambang kesadaran. Setiap larik di sini adalah bisikan sunyi, getar halus dari hati yang mencari dirinya dalam bayang-bayang waktu. Bagaikan guratan takdir yang tertulis di atas lembaran yang usang, puisi-puisi ini mengalir seperti sungai sunyi yang tak pernah bertemu muara. Setiap kata yang terpilih seolah terjebak dalam paradoks antara hadir dan absen, sejenak menyentuh namun segera menjauh. Dalam setiap bait, tersimpan labirin perasaan yang kompleks, berlapis-lapis, yang mungkin hanya dapat dijangkau oleh jiwa yang bersedia tersesat dalam pemikiran mendalam. Di bawah remang-remang kesadaran, puisi-puisi ini menjadi cermin bagi perasaan yang tak pernah diucapkan, memantulkan bayangan diri yang tak selalu kita kenali. Dari kecamuk perasaan yang tak terdefinisi hingga heningnya kesendirian, setiap baris adalah langkah kecil di dalam perjalanan batin yang panjang-sebuah ziarah sunyi menuju entitas diri yang terus berubah dan terurai.
All Rights Reserved
#177
antalogi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suara Dalam Aksara
  • 𝟗𝟎% 𝐋𝐮𝐤𝐚 [𝐎𝐧 𝐆𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • Hujan [ PUISI ] ✔️
  • Laut dan Langit
  • Coretan Rindu
  • Merayakan Perpisahan [Segera Terbit]
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Setapak Hitam Putih ✔ (SUDAH TERBIT)

"Meski aku meninggalkanmu, aksaraku akan tetap menemanimu." suara dalam aksara adalah kisah tentang cinta yang terlambat disadari dan kata-kata yang menjadi jembatan antara dua hati. Melalui tulisan-tulisan anonim di blog jurnalistik sekolah, Raka menemukan kehangatan, kejujuran, dan perasaan yang selama ini dia cari, tanpa tahu bahwa orang di balik aksara itu adalah Kaira, gadis yang selama ini dia anggap menyebalkan. Sayangnya, ketika semua kebenaran terungkap, waktu tak lagi berpihak pada mereka. Kaira pergi tanpa sempat mendengar balasan perasaan yang dia pendam, meninggalkan Raka dengan penyesalan yang mendalam. Namun, meski Kaira telah tiada, "suara" yang dia tinggalkan dalam bentuk aksara tetap hidup. Lewat kata, cinta Kaira terus menemani Raka, menjadi pengingat bahwa kadang kita baru menyadari betapa berharganya seseorang saat dia sudah tiada. "Jangan menunggu hingga semuanya terlambat untuk mengungkapkan perasaan. Terkadang, orang yang paling berharga ialah orang yang lebih dekat dari yang kita kira, hanya saja kita terlalu sibuk mencari hingga tak menyadarinya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines