SERANGKAI LUKA || ON GOING

SERANGKAI LUKA || ON GOING

  • WpView
    Reads 2,085
  • WpVote
    Votes 1,228
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 1, 2025
⚠️ 𝘿𝙞 𝙡𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙚𝙧𝙖𝙨 𝙥𝙡𝙖𝙜𝙞𝙖𝙩 ⚠️ [ 𝗦𝗲𝗯𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗮𝗺𝗯𝗶𝗹 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗻𝘆𝗮𝘁𝗮 ] Di balik jendela kamarnya yang sunyi, Laura menatap keluar, matanya menerawang jauh melewati kelam malam. Di usia yang masih muda, ia telah merasakan pahitnya kehilangan seorang ibu, kehilangan yang tak hanya meninggalkan luka di hatinya, tetapi juga memecah kehangatan dalam keluarganya. Setelah kepergian ibunya, ayahnya menjauh, menjadi sosok dingin yang lebih sering tenggelam dalam bayang-bayang masa lalu, dan tidak lagi menyayanginya. Namun, Laura tak sendiri. Ada Farel, kakak yang selalu mencoba menjadi pengganti kehangatan yang hilang, dan Nita, adik kecil yang dengan polosnya tetap memberi harapan di tengah kesedihan. Bersama mereka, Laura berusaha menata hati, merajut kembali kepingan-kepingan yang hancur. Tapi kebahagiaan itu terasa semu ketika kenyataan lain datang menghantamnya. Di usia 17 tahun, saat mimpi-mimpi indah seharusnya menghiasi langkahnya, Laura justru harus menerima vonis yang menghancurkan: kanker otak. Dua kata itu seperti bom yang meledakkan semua harapan yang tersisa. Sakitnya terasa dalam, menghantam jiwa dan raganya, tetapi Laura tak ingin membebani orang-orang yang ia cintai.
All Rights Reserved
#114
perjuanganhidup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • FALLING IN LOVE
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • Marriage Is Scary Or Happy?
  • Savero Archandra || Haechan || END
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • 𝑨𝒌𝒔𝒂𝒓𝒂 𝑫𝒊 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒊𝒕 𝑷𝒂𝒔𝒖𝒏𝒅𝒂𝒏

"Momen seperti itu sudah jadi mimpi buatku," Ayahku telah tiada, dan kenangan itu tak akan kembali. Namun, di tengah rasa sakit itu, Jea tetap bersyukur. Masih ada ibu yang selalu ada untuk Jea. Beliau seperti punya dua peran dalam hidupku-seorang ibu dan seorang ayah sekaligus. Ibu selalu mewarnai kehidupan anaknya, walaupun terkadang kami suka bertengkar sambil bercanda dalam hal-hal kecil. Tapi Jenna hanya bisa berharap, semoga ibu panjang umur dan sehat selalu. Melihat ibu seperti itu membuat Jea sadar, hidup ini mungkin tidak akan selalu adil, tapi ia punya alasan untuk tetap kuat. Setiap tawa yang ibu bagikan, setiap lelah yang dia sembunyikan, semuanya mengajarkan untuk terus berjalan, meski kadang langkahku terasa berat. Jea sadar, momen seperti di kantin tadi mungkin bukan untuknya, tapi Jea tak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam rasa kehilangan. Karena ada ibu yang selalu berjuang untuk kebahagiaan Jea. "Dan jika ayah dulu adalah pelindung di masa kecilku, sekarang ibu adalah pelita yang menerangi masa depanku" Batin Jea. "Jujur, aku iri sama mereka". • • • • • • Aku hanya anak kecil yang ditinggal oleh Ayah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. -Jeanna Azarina- Ayah, anakmu sudah dewasa sekarang apakah tidak rindu? Apakah Ayah masih ingat wajah anakmu yang mirip sekali dengan Ayah. -Jeanna Azarina- Ayah, aku sangat merindukanmu sangat ingin memelukmu dan banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi kapan? -Jeanna Azarina- Walaupun aku kehilangan figur seorang Ayah tapi, kalau bukan ini takdirnya mungkin aku tidak bisa kuat dan bertahan sampai detik ini. -Jeanna Azarina- Aku ingin sekali merasakan memanggil Ayah berkali-kali didalam rumah kemudian, ayah menghampiri dan memelukku erat. -Jeanna Azarina- #Kisah nyata penulis #DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK

More details
WpActionLinkContent Guidelines