Bukan Bungsu

Bukan Bungsu

  • WpView
    Leituras 9
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 2
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, out 2, 2024
Bertahun-tahun menjadi anak bungsu membuat Atha, remaja dengan postur tubuh tinggi, menjadi anak manja yang sombong. Semua permintaannya selalu dituruti dan dia tak pernah mengerjakan pekerjaan rumah. Walaupun dia dibenci oleh kedua kakak laki-lakinya. Namun, apa jadinya bila Atha yang sudah nyaman menjadi anak bungsu, mendapat kabar mencengangkan dari papanya? Kini ia harus dihadapkan dengan kenyataan pahit tentang dirinya yang ternyata anak istri kedua papanya. Dulu saat papa Atha, Jamal, mengurus cabang perusahaan di Bogor, ia tak sengaja meniduri seorang perempuan. Jamal bertanggung jawab dan diam-diam menikahi perempuan itu tanpa meminta persetujuan istri pertamanya. Sebulan berlalu, istri keduanya hamil. Namun, Jamal tak memberikan perhatian lebih dan sering meninggalkan istri keduanya. Ia lebih fokus pada istri pertamanya yang ternyata sedang hamil anak kembar. Usia kandungannya sudah empat bulan, sementara usia kandungan istri keduanya baru satu bulan. Saat usia kandungan istri pertamanya sudah sembilan bulan, istri pertamanya tiba-tiba meminta cerai. Ternyata istri pertamanya sudah tau kalau Jamal menikah diam-diam dengan perempuan lain. Jamal menolak dan akan menceraikan istri keduanya. Namun, istri pertamanya tak peduli dan memilih bercerai. Istri pertamanya pergi membawa anak kembar dalam kandungannya. Meninggalkan dua anak lelakinya yang saat itu berusia 4 tahun karena diancam mertuanya. Jamal yang tak tega dengan Atha, memilih menceraikan istri keduanya setelah Atha lahir. Kemudian ia membawa Atha masuk ke keluarga aslinya. *Flashback off* Penasaran dengan kisah Atha selanjutnya? Yuk mulai baca. Oh iya, mohon maaf bila ada kesalahan, saya masih pemula. Kalau ada nama, tempat, atau bahkan mungkin ceritanya sama dengan cerita orang lain, mohon dimaafkan. Cerita ini murni hasil halu saya selama berbulan-bulan bahkan hampir satu tahun. Jadi jangan bilang saya plagiat ya, teman.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Tentang Kota Ini
  • Dua Tahun Tersulit [END]
  • Single Mommy
  • °メDipaksa Kawinメ° [SELESAI]~
  • MY SWEET DUDA
  • Rejjan - ZIO's PAPA!
  • My Baby's Father [New Version]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • God's Destiny [Completed]✔
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]

Hari ini, Ayah membawa kami pergi dari Ibukota dan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat singgah sementara; katanya. Tepatnya di Rumah Oma yang terdapat keluarga besar yang dari dulu tinggal di sana. Canggung, banyak berpikir buruk tentang mereka karena sikap yang diperlihatkan. Di Jakarta saja Aku dengan Ayah, Bunda dan ketiga Adikku saja tidak memiliki hubungan yang begitu dekat. Apalagi di sini? Semakin asing dan terasa diasingkan. Namun, sepertinya mata dan hatiku sedang tertutup rapat selama di kota ini. Aku menganggap Yogyakarta bukanlah tempatku. Aku tidak bisa ada di sana. Apa kalian juga berpikir seperti itu? Pasalnya, ada beberapa manusia yang kutemui di sini, salah satunya si manusia itu. Dan kembali ke hal utamanya, mata dan hatiku sedang tertutup kala itu. Semua akibat terlalu gelisah mengenai rumah besar Oma ini, tentang segala yang berada di dalamnya. [[Cerita ini sedikit mengulik tentang perasaan seorang remaja perempuan yang mendapat peran sebagai kakak pertama. Dunianya hanya penuh dengan dirinya sendiri; fotografi salah satu di dalamnya. Namun, selalu terbesit dalam hatinya untuk berbicara pada dunia. Ia ingin lebih dari ia yang sekarang, ia selalu merasa tak pernah menjadi seorang kakak, ia tak pernah merasa menjadi sesosok teman, ia hanya ingin seperti manusia lain yang terlihat biasa saja dengan manusia lainnya. Tentu ingin menjaga keluarganya, bukan dengan tetap bungkam. Ia ingin bersuara dengan berjuta makna katanya. Namun, apakah bisa? Rasanya tidak kalau ia masih membuka mata dan hatinya untuk dunia; terutama orang-orang yang ia temui di Yogyakarta.]] Update setiap JUMAT👀

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo