Seorang anak laki-laki yang memiliki paras cantik, sering jadi pusat perhatian di keluarganya, bukan karena kenakalannya, tapi karena sikapnya yang berbeda. Di rumah, ia sering jadi sasaran kemarahan ibunya. Kadang disayang, tapi lebih sering disalahkan, bahkan ketika ia tak berbuat salah. Ibunya seperti punya standar ganda; saat abangnya berbuat kesalahan, justru dia yang jadi pelampiasan.
Meski begitu, lelaki cantik ini tidak selalu diam. Ia tahu kapan harus bicara, kapan harus membela diri. Jika merasa benar, ia berani melawan, walau terkadang ucapannya terdengar agak kasar-karena hatinya sudah terlalu sering terluka.
Satu-satunya tempat perlindungan baginya adalah sang ayah. Ayahnya selalu ada, membela, dan menyayanginya tanpa syarat. Dalam pandangan sang ayah, anak laki-laki cantik itu adalah bintang kecil yang tak seharusnya padam hanya karena badai kecil di rumah.
Todos los derechos reservados