We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
NAKALA

NAKALA

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 2, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"lo nerima perjodohan ini, sa?" Nakala duduk di samping Saka, ikut mengeluarkan sebatang rokok ber merk soempurna itu lalu kemudian menghisapnya, sesekali menatap Saka memberikan jawaban. Saka yang mendengar hanya mengangguk, sembari menghisap kembali rokok yang bersandar di sela sela jari nya. "gua nerima ini demi bunda, la" ucapnya lalu melirik nakala. Ketika mata mereka saling bertautan, Nakala dengan reflek menoleh ke arah lain, Nakala tidak kuat jika harus terus terusan menatap manik mata indah yang dimiliki Sakala itu, berwarna biru laut. "Sa, jujur. gue gasuka jodoh-jodoh an kaya gini, terlalu kuno ga sih buat kita?" lagi, setiap kata yang di keluarkan dari mulut Nakala, ia merasa rokok yang ia hisap semakin manis. Sakala hanya menatap Nakala, menatap manik mata hitam legam itu, tidak menjawab apapun. "yaa, mau gimana lagi, udah takdir" ucapnya lalu berdiri, melenggang pergi meninggalkan Nakala sembari membuang puntung rokok miliknya.
All Rights Reserved
#17
rejama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksara Lingga
  • GRIZLEN {On Going}
  • Cinta Jangan Pergi(Complete)
  • Friend(zone)? NCT
  • Albel
  • KIARA [END]
  • JAM 3 SORE
  • hanya untuk bunda
  • DANADYAKSA

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines