NAKALA

NAKALA

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 2, 2024
"lo nerima perjodohan ini, sa?" Nakala duduk di samping Saka, ikut mengeluarkan sebatang rokok ber merk soempurna itu lalu kemudian menghisapnya, sesekali menatap Saka memberikan jawaban. Saka yang mendengar hanya mengangguk, sembari menghisap kembali rokok yang bersandar di sela sela jari nya. "gua nerima ini demi bunda, la" ucapnya lalu melirik nakala. Ketika mata mereka saling bertautan, Nakala dengan reflek menoleh ke arah lain, Nakala tidak kuat jika harus terus terusan menatap manik mata indah yang dimiliki Sakala itu, berwarna biru laut. "Sa, jujur. gue gasuka jodoh-jodoh an kaya gini, terlalu kuno ga sih buat kita?" lagi, setiap kata yang di keluarkan dari mulut Nakala, ia merasa rokok yang ia hisap semakin manis. Sakala hanya menatap Nakala, menatap manik mata hitam legam itu, tidak menjawab apapun. "yaa, mau gimana lagi, udah takdir" ucapnya lalu berdiri, melenggang pergi meninggalkan Nakala sembari membuang puntung rokok miliknya.
All Rights Reserved
#3
rejama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • hanya untuk bunda
  • AILAH(END)✅
  • Cansu
  • GRIZLEN {On Going}
  • Cinta Jangan Pergi(Complete)
  • JAM 3 SORE
  • MEISYA
  • Takdirku Adalah Bersamamu
  • Losers [Han Jisung]✔

"Gak usah sok suci deh, lo itu J***NG TAU GAK" teriak azzam keras, setetes air mata mengalir dari mata liyya, mendengar teriakan azzam yang begitu menusuk "gue kira bocah polos kayak lo tu emang beneran tulus, tapi ternyata gue salah, lo udah manfaatin muka polos lo itu buat nge bodohin gue IYA" belum sempat liyya menjawab azzam sudah kembali meradang. "Lo gak mau sama gue karena gue belum Kaya kan, jadi lo gak bisa foya foya kalau sama gue, dan lo malah sama om om itu supaya lo bisa punya banyak duit" sentak azzam keras, tanpa memperdulikan tatapan anak anak seisi kelas ipa 1, yang menatap azzam syok, apalagi mendengar teriakannya Mereka gak nyangka kulkas 7 pintu seperti azzam bisa banyak bicara kayak gitu "Lo gak mau pacaran sama gue bilangnya lo takut dosa tapi apa, LO MALAH SAMA OM OM ITU, NGAKU LO DIBAYAR BERAPA LO, BUAT BISA MUASIN MEREKA, JAWAB" suara azzam menggema, tak ada yang berani bersuara, semua takut jika azzam sudah mengamuk, bahkan ada yang berlari keluar kelas karena takut. Sedangkan liyya, air mata terus mengalir dari matanya, tanpa memperdulikan apapun liyya menghapus air mata kasar dan beranjak berlari pergi dari kelas. . . . Saat kalian bertanya siapa yang paling ku cinta di dunia ini? Jawabannya adalah bunda Dia bundaku.... Ya aku sangat menyayanginya dari dunia dan seisinya, aku hanya ingin, firman Allah yang kuhafal hari ini, kemarin dan esok, akan mengantarkannya kepada pintu syurga, ingin rasanya aku memasangkan mahkota hafalanku dikepalanya aku hanya ingin tetap bersamanya di dunia dan akhirat, aku hanya ingin melakukan setidaknya aku membalas satu persen dari yang dia lakukan untukku, meski hanya satu persen , aku tak mau memperosokkan dia kedalam jurang jahannam. maka izinkanlah kelak aku memasangkan mahkota ini di akhirat dan di dunia, meskipun kapan waktunya, aku akan berusaha

More details
WpActionLinkContent Guidelines