Renal [Rendra dan Nala]

Renal [Rendra dan Nala]

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 18, 2024
Ia hidup diantara nyata atau imajinasi semata. Membawa kebingungan antara jati diri, bertemu dengan mereka yang ia anggap sebatas fiksi lalu jatuh cinta pada fiksi itu. "Ini bukan fiksi semata. Aku dan kamu hadir saling menyapa, sudah menjadi bukti. Bukti bahwa kami bukan sebatas fiksi." ... "Aku ingin melihat mereka bersama." "Kita akan melihatnya. " Genre: Slice of life Superanatural Romance Fantasi Warning⚠️ This bxb yg gak suka atau homophobic mending minggat dari nih cerita
All Rights Reserved
#271
transmigrasiboy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IN THE blink OF YOUTH [bl]
  • NEVER TO FAR [BrightWin✔️]
  • Soul Behind the Clouds
  • Perfect Assistant
  • Lubang Idaman Season 3 ✔️
  • shadow || Brightwin ✔
  • ANTAGONIS [BL]
  • What Is Love? ●|| SaintZee ||●

Karena suami tantenya mendapat tugas kerja di Papua, Ziyan memutuskan untuk menemani tantenya meskipun harus meninggalkan keluarganya dan kota besar. Meski ditentang keras oleh keluarganya, Ziyan tetap pindah sekolah ke luar provinsi dan menetap di sebuah kabupaten kecil. Di sekolah barunya, Ziyan tak menaruhi banyak ekspektasi. Ia hanya ingin menjalani hari-hari dengan sederhana, menyelesaikan jenjang terakhirnya di SMA.Di hari pertama, ia terkejut dengan suasana yang sangat berbeda. Sekolah itu mungkin yang terbesar di kabupaten, tapi bagi Ziyan, suasananya terasa begitu asing-ramai, penuh hiruk-pikuk, namun serba tidak familiar. Ketika melangkah masuk ke kelasnya, 12/8, Ziyan langsung merasa janggal. Sebagian besar teman sekelasnya adalah laki-laki-30 cowok dan hanya 10 cewek. Di benaknya, ini pasti kelas paling gaduh dan nakal di sekolah. Hari demi hari, Ziyan mencoba beradaptasi. Awalnya canggung, tapi lambat laun ia mulai menikmati tawa riuh kelasnya, candaan teman-teman barunya, dan suasana khas kabupaten yang perlahan terasa lebih ramah. Dia bahkan menemukan kehangatan dalam pertemanan, sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. "Ayo berteman," "Pfft," warning⚠ Lgbt 17+ Bl lokal Pertemanan Tempat lokasi cerita ngga terlalu saya deskripsi kan, intinya penyesuaian dengan tempat saya. Kalian bebas Berimajinasi

More details
WpActionLinkContent Guidelines