Untuk aku, maaf

Untuk aku, maaf

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 11, 2024
Rania Hanindya Putri adalah seorang anak perempuan yang sering merasa tidak diperlakukan adil oleh orang tuanya. Dia merasa orang tuanya lebih memberikan perhatian, kasih sayang, dan penghargaan kepada saudaranya, sementara dirinya sering diabaikan dan diperlakukan seolah tidak seistimewa yang lain. Perasaan terluka itu membuat Rania kerap merasa tidak dihargai dan terpinggirkan di keluarganya. Di luar rumah, Rania juga menghadapi berbagai bentuk kekerasan emosional. Dia menjadi korban pelecehan verbal, di mana orang-orang di sekitarnya sering melontarkan kata-kata yang merendahkan harga dirinya. Selain itu, Rania juga mengalami perundungan oleh teman-temannya di sekolah. Mereka tidak hanya mengejek, tapi juga kerap menghina fisiknya, membuatnya merasa sangat tertekan dan tidak berdaya. Segala bentuk ketidakadilan dan kekerasan ini membuat Rania sering merasa terisolasi dan kehilangan kepercayaan diri. Meski demikian, di balik semua rasa sakit yang ia alami, Rania terus berusaha bertahan dan mencari cara untuk melindungi dirinya, berharap suatu saat bisa mendapatkan keadilan yang selama ini diimpikannya.
All Rights Reserved
#85
perempuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RadenRatih
  • Rani _ Takdir kehidupan
  • Our Path Diffrent
  • Love Is My Life [REVISI ON GOING]
  • NAYARA
  • "Tolong Sayangi Aku Juga"
  • RENJANA DERANA [END]
  • Andai Kau Tau
  • Bukan Cinderella Story

"Emangnya keluarga lo mau nerima lo lagi, hah? Nggak ada yang mau nerima lo lagi, Rat. Jadi, jangan sok deh lo itu. Cuma gue yang mau sama lo." 17+ #1 in general fiction (12/07) #4 in romance LENGKAP! FOLLOW AKUN INI SEBELUM MEMBACA AGAR TIDAK BINGUNG. Peringatan! Cerita ini bisa membuat kalian mengumpat, menangis, dan tertawa (jika satu SELERA) Bagi Ratih, dia hanya butuh satu orang saja yang ada untuknya. Begitu pun bagi Raden. Mereka pikir, semua akan baik-baik saja asalkan mereka tetap bersama. Nyatanya, tidak. Apalagi Raden benar-benar mencari uang sendiri, dibuang sang papa, jauh dari sang mama. Emosinya yang masih belum terkontrol. Omongannya yang sering ceplas-ceplos dan menyakiti hati Ratih serta dia yang mudah simpati dengan orang lain yang mempunyai nasib sama seperti dia- menjadikan bumerang bagi dirinya sendiri. [Akan diupdate secepat yang penulis bisa agar cepat tamat] • Demi kenyamanan Anda saat membaca, disarankan memfollow akun penulis terlebih dahulu. • Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi dalam cerita ini tanpa izin tertulis dari penulis. Semua yang ada dalam cerita ini murni hasil pikir penulis, maaf jika ada kesamaan nama, tempat, karakter, dan sebangsa itu. Selamat membaca!

More details
WpActionLinkContent Guidelines