Memori Terakhir

Memori Terakhir

  • WpView
    LECTURAS 35
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, oct 8, 2024
"Aku merindukan kalian, aku ingin kembali berkumpul bersama seperti dulu, tapi ... sepertinya sulit ya?" ucap seorang wanita tua yang sedang berbaring lemah di atas kasur yang besar dan terlihat mewah, kedua tangannya memeluk erat sebingkai foto 4 orang gadis yang terlihat masih muda. Wanita itu menghela nafas dengan gemetar sambil memejamkan matanya, membiarkan air matanya yang sedari tadi membendung di tepian matanya mengalir membasahi pipinya. "Semoga ... kita dipertemukan kembali di kehidupan selanjutnya." Ucap wanita tua itu dengan lirih, bahkan terdengar seperti bisikan. Wanita tua itu menghela nafas dengan gemetar sekali lagi, sebelum akhirnya dia berhenti bernafas, benar, dia telah menghembuskan nafas terakhirnya malam itu, tepat pada pukul 03:00 dini hari.
Todos los derechos reservados
#581
memori
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • DUNIA FLORA
  • Stranger | Orine
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]
  • Kamar Kosong 13 S2 [End] ✓
  • Memories [Selesai]
  • Air Jernih yang Menghitam
  • SMARA DIKTA

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido