Perihal Melupakanmu

Perihal Melupakanmu

  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Fiz, jika menurutmu aku terlalu cepat melupakanmu, kamu salah besar. Aku melakukan ini semua agar kamu dapat melanjutkan mimpi-mimpimu dengan tenang. Walau salah satu mimpi yang pernah kamu ucapkan adalah dengan bersamaku. Namun sepertinya waktu tidak merestui kita, Fiz. Waktu tidak bisa dipercaya. Bagaimana hari-harimu tanpa aku? Apakah senyum cerahmu masih sama seperti pertama kali kita bertemu? Senyummu masih menjadi senyum terbaik yang pernah aku lihat. Senyum tengil namun mampu memberi ketenangan padaku. Dulu kamu berjanji menemaniku pergi ke manapun. Namun perjalananku harus berhenti tanpa kamu. Ternyata aku bisa sendiri, keren kan? Setelah sekian lama memiliki ketergantungan denganmu, akhirnya aku mampu menjalani hari-hariku tanpamu. Terima kasih ya, Fiz. Kamu adalah pembelajaran paling menyenangkan bagiku.
All Rights Reserved
#17
anakkuliah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • langit biru
  • Let Me Love You Longer
  • A.N.J.A.Y
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Aku Begitu Mengagumimu ♡ [BERES📖]
  • Everything Happens for a Reason
  • Seindah Senja
  • When Two Hearts Collide
  • Tragedi Cinta! - BTS [Short]
  • the love story of a FA

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, siap tidak siap kita harus siap. Jalan takdir yang berbeda mengantarkan mereka pada sebuah pertemuan, dua insan yang tak saling kenal itu bertemu untuk yang pertama kalinya. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun hingga seterusnya sampai benih benih cinta diantara mereka bertemu. "Lang kalau aku jadi bulan kamu jadi apa?" "Hmm akuuuu... Aku langit nya." "Kok langit sih kan masih ada yang lain bintang atau senja gitu." "Kamu pernah liat langit ninggalin bulan?" Perempuan itu menggeleng. "Pernah liat langit ninggalin bintang?" "Nggak pernah langit" ucapnya masih sedikit bingung. "Jadi kamu ngerti kan kenapa aku mau jadi langit?" Langit menatap lekat wajah perempuan di depanya. "Jadi kamu nggak bakalan ninggalin aku kan?" "Sesuai nama aku ( langit) aku nggak akan pernah ninggalin kamu". Langit mencuim kening keyra, memberikan pelukan yang hangat kepada gadis itu. *jangan takut akan sebuah perpisahan, karena sejatinya perpisahan adalah bagian dari pertemuan* (Gimana jalan cerita cinta keyra dan langit? Mau tau akhirnya. Baca dulu awalnya 😀)

More details
WpActionLinkContent Guidelines