Because Her Smile

Because Her Smile

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 2, 2025
Spinocerebellar Degeneration atau biasa di sebut Ataxia. Jenis penyakit mematikan yang menyerang otak kecil dan tulang belakang. Senyuman yang selalu tersungging nyatanya hanya topeng untuk menutupi parasit yang perlahan menggerogoti tubuh. Dia percaya keajaiban selalu ada, tapi tak berani untuk sekadar berharap. Saat melihat wajah orang-orang yang ia sayangi, keberanian untuk mengungkap hal sebesar ini pun lenyap tak bersisa dan yang tertinggal hanya ketakutan. Apalagi berhadapan dengan seseorang yang diam-diam selalu ia rindukan.
All Rights Reserved
#776
teman
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • AVOID
  • Hyacinth
  • A true friend? || Balas Dendam?
  • Before 180 Days ✓
  • Alunan Nada yang Hilang
  • Topeng
  • Family Line
  • Axellio

Beberapa detik tatapan mereka beradu. Athur menajamkan tatapan saat Milla terus menatap matanya. "Jangan berani tatap gue!" "Kenapa? Mata lo sakit?" Bukan mundur. Milla malah semakin maju. "Jangan lihat mata gue!" tegas Athur memalingkan wajah. "Oo jadi lo itu sakit mata? Atau mata lo ada beleknya ya? Dih jorok." "Diam!" Milla tersenyum menantang. Ia pindah posisi di depan Athur sehingga cewek itu semakin leluasa menatap mata Athur. Milla mempertajam penglihatan. Ia penasaran, memang ada apa di mata Athur. "Mata lo baik-baik aja. Gak merah tuh," ucapnya bak seorang dokter spesialis mata. Athur menunduk menatap mata Milla penuh amarah. "Minggir." Satu kata keluar penuh penekanan. Bukan Milla jika segera mundur saat ada hal yang menyenangkan. Milla malah semakin maju dan menatap mata beriris hitam pekat itu. "Jangan-jangan mata lo katarak ya. Atau malah mata lo punya virus menular jadi orang lain gak boleh lihat mata lo," ucap Milla bernada berlebihan. Sampai-sampai ia membelalakan mata, membuka mulut serta meletakkan kedua tangan di pipi. Emosi yang sejak tadi Athur kendalikan kini sudah di ujung tanduk. Baru kali ini ada orang yang berani menatap matanya. Bahkan sedekat ini. Apalagi baru kali ini kata-kata dingin Athur tidak mempan. Saat semua orang menunduk ketika Athur mengedarkan pandangan. Milla berbeda. Saat semua orang takut untuk berbicara dengan Athur. Milla berbeda. Dan saat semua orang diam ketika Athur berbicara. Milla berbeda. Tatapan Athur lurus pada mata Milla. "Gue akan buat lo nyesel berani tatap mata gue!" tegasnya bernada mengancam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines