Reverie
  • WpView
    Reads 196
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Oct 11, 2024
Di balik dinding megah Sekolah Menengah Kejayaan Lemuria, tersembunyi rahasia kelam yang lebih dalam dari sekadar prestasi akademis. Di sekolah ini, ambisi, kekuasaan, dan manipulasi saling bersilangan, dan hanya sedikit yang bisa merasakan ada sesuatu yang lebih besar tengah terjadi. Dalam permainan mental yang kompleks antara dua intelek jenius Evan Blackwood dan Stella Evergreen, siapa yang akan menang? Dan apakah mereka akan menemukan lebih dari sekadar persaingan di balik ketegangan yang mengikat mereka? Cerita ini bukan tentang persaingan belaka. Sekolah Menengah Kejayaan Lemuria adalah kisah tentang kekuasaan, rahasia, dan pengorbanan yang lebih dalam dari sekadar persaingan akademis.
All Rights Reserved
#21
darkmagic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 12 Titik Balik (END)
  • LOST IN CLASS [ TAHAP REVISI]
  • Saranjana [END]
  • Scarlet Crown : Di Balik Dingin yang Membakar
  • The Moscuria
  • LABIRIN KOSMOS
  • Whisper of St. Eclaire
  • Putih Abu Abu (BxB)

(Sudah revisi) SMA Garuda Merah, sekolah megah penuh ambisi, kini menjadi kandang maut bagi dua belas jiwa muda. Dalam satu malam penuh misteri, gerbang terkunci, listrik padam, dan suara Kepala Sekolah menggemakan perintah mematikan: "Bertahanlah, atau hancur bersama waktu." Aneth, gadis tangguh namun rapuh, harus memimpin teman-temannya menari di ujung pisau. Persahabatan diuji, cinta dipertaruhkan, dan pengkhianatan berbisik di setiap sudut gelap lorong sekolah. Malam-malam panjang penuh teriakan dan isak tangis, membuat solidaritas pecah. Saat darah membasuh lantai sekolah, dan satu per satu nyawa direnggut, Aneth sadar: di permainan ini, tidak ada pahlawan - hanya korban dan pengkhianat. Di ujung segalanya, saat tubuh-tubuh yang dulu hangat kini membeku, Aneth berdiri sendiri, menggenggam bendera yang kini basah oleh darah. Dari balik jeruji tak kasat mata, ia menyadari: yang tersisa dari hidup bukan kemenangan, melainkan luka yang abadi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines