Mereka Menjadikanku Tempat Sampah

Mereka Menjadikanku Tempat Sampah

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini merupakan spin-off untuk salah satu eks teman dekat karakter utamaku di novel yang tengah kugarap, yaitu Melisa Tsabita. Melisa adalah seorang siswa di Kelas 11-10 jurusan bahasa. Melisa adalah seorang ekstrover yang mampu bergaul dengan siapa saja. Kelebihannya ini membuatnya bertemu berbagai masalah pelik, mulai dari pertemanan, cinta, hingga keluarga. Belum lagi Melisa kehilangan dua orang teman dekatnya yang dulu sekelas dengannya di Kelas 10-9. Melisa juga kerap merasa dirinya hanya dijadikan tempat sampah oleh teman-teman sirkelnya. Iya, tempat sampah yang hanya digunakan untuk melampiaskan emosi mereka. Bagaimana cara Melisa menghadapi masalah pelik yang datang satu per satu padanya? Yuk, ikuti kisah Melisa di "Mereka Menjadikanku Tempat Sampah" sampai selesai!
All Rights Reserved
#6
kelasbahasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • The Special Class
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • Veil Of Elysian
  • No Longer Mate
  • My Friend and My Bestfriend
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • Duo Kacamata [Completed] [Published]
  • Jejak Waktu [Complete]
  • The Way Home

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines