Swipe Right: Cinta di Ujung Jari

Swipe Right: Cinta di Ujung Jari

  • WpView
    Leituras 152
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 69
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, jan 23, 2026
Setelah bertahun-tahun menjomblo sejak SMP, Melly mulai merasa jenuh dengan kesendiriannya. Saat semester akhir kuliah menghampiri, dia memutuskan untuk mengambil langkah gila: menjelajahi dunia kencan di aplikasi dating. Dengan harapan menemukan cinta sejatinya, Melly menyusuri profil-profil yang penuh warna, dari yang humoris hingga yang misterius. Di tengah perjalanan kencan yang konyol dan menghibur, Melly berhasil memilih lima pria yang masing-masing membawa warna dan cerita unik dalam hidupnya. Dari si pecinta film indie yang romantis hingga sang pengusaha muda yang ambisius, setiap kencan mengungkap sisi baru dari diri Melly dan mengajarkan arti cinta yang berbeda-beda. Namun, saat hati dan pikirannya mulai terjebak dalam kerumitan hubungan ini, Melly harus memutuskan: apakah dia akan terjebak dalam permainan cinta atau berani mengambil resiko untuk menemukan cinta sejatinya? Dalam petualangan yang penuh tawa, air mata, dan kejutan ini, Melly berusaha menemukan jawabannya-dan mungkin, cinta yang selama ini dia cari. Apakah swipe right-nya akan berakhir bahagia? Temukan jawabannya di "Swipe Right: Cinta di Ujung Jari"!
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • 74/366
  • cinta yang terluka
  •             Between Me You And Her
  • Between Two Times
  • Behind Our Eyes
  • Setelah Kita Delapan Belas Tahun
  • MY MOODBOOSTER FROM AFRICA
  • Mantra Karuna [END]
  • Langkah yang Indah
74/366

Arifah, yang dikenal dengan sikapnya yang ceria, mulai merasakan debar aneh setiap kali tatapannya bertemu dengan seorang adik kelas yang misterius. Pertemuan singkat di lorong sekolah, senyum samar, dan pesan singkat menjadi momen kecil yang menghangatkan harinya. Awalnya, itu sudah cukup baginya. Namun, perasaan itu perlahan tumbuh menjadi harapan akan kedekatan yang lebih nyata. Tanpa ia sadari, sang adik kelas masih terikat bayang-bayang masa lalu yang menciptakan jarak di antara mereka. Kini, Arifah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam hubungan tanpa kepastian, atau mundur sebelum perasaannya semakin dalam dan berujung luka.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo