FATAMORGANA

FATAMORGANA

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 10, 2026
"Loe tahu nggak sih, sesuatu yang terlihat nyata tapi, sebenarnya nggak ada itu disebut dengan apa?" Seorang teman pernah bertanya padaku tentang hal itu. Sebenarnya, aku tidak pernah memikirkan hal seperti itu sebelumnya, hanya saja, tiba-tiba saja di dalam pikiranku terlintas sebuah nama yang akhirnya membuatku semakin memahami jauh dan lebih jauh lagi tentang kata, "Fatamorgana" Ya, Fatamorgana ... Sebuah ilusi optik yang terlihat nyata tapi sebenarnya tidak ada. Hanya sebuah bias bayangan dari jatuhnya sinar matahari yang melewati suhu udarayang berbeda-beda sehingga membuatnya berbelok dan terlihat nyata. Namun nyatanya, fatamorgana kini tidak hanya terjadi saat cahaya matahari jatuh mengenai suhu udara yang berbeda-beda, namun juga terjadi saat aku membayangkan seseorang yang aku anggap nyata tapi hanya sebuah ilusi belaka.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • I LOVE LOVEGOOD
  • Arini Untuk Gani
  • Traces in the Light
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]
  • One Last Chance - Haechan [✔️]
  • Chasing A Mirage
  • Titik Yang Benar
  • Si Pemilik Mata Tajam Nan Teduh
  • Apa Itu Cinta Sejati?

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines