Hope
  • WpView
    Reads 157
  • WpVote
    Votes 32
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 26, 2016
Milly seorang remaja yang selalu tersenyum,tetapi ternyata di balik senyumannya itu banyak luka yang di simpan olehnya. Dari masalah orang tuanya,sahabat-sahabatnya hingga percintaannya Dia seorang yang tidak pernah menyerah dan juga selalu berusaha. Tapi di samping itu banyak tersimpan harapan di dalam dirinya. Akankah milly dapat membuat semuanya menjadi lebih baik?atau milly menyerah dan melupakan harapannya untuk selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • I'm okay (END)
  • TERSENYUMLAH
  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • LBK: Liliy, Biru, Kael
  • NESTAPA [On Going]
  • Amami
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines