We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Another Typical Indigo Boy

Another Typical Indigo Boy

  • WpView
    Reads 3,071
  • WpVote
    Votes 237
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 12, 2026
WpInfo
Fiction
Mystery
Conspiracy
Detective and Police
Murder
Alfa selalu percaya bahwa logika adalah senjata terbaiknya. Jenius, blak-blakan, dan sarkastik, Alfa bercita-cita menjadi detektif di kepolisian. Hidupnya terarah, sampai sebuah pertengkaran dengan orang tua membuatnya nekat kabur dari rumah. Saat Alfa pindah ke sekolah baru, satu per satu kejadian tak biasa bermunculan. Orang-orang ketakutan. Polisi kebingungan. Dan di antara semua kekacauan, hanya Alfa yang menyadari ada pola tersembunyi di balik setiap kematian. Dengan otaknya yang tajam, Alfa harus menemukan solusinya sebelum dia sendiri menjadi korban berikutnya. Tapi... misteri lebih besar terkuak setelahnya. Ada apa sebenarnya? ••• Cover: Pinterest Edited: Ibis Paint x and Canva ••• [Start: Jum'at, 08 November 2024] [Finish: Kamis, 27 Maret 2025] [Revisi: Senin, 04 Mei 2026 ] [Selesai Revisi: ] © Your Hilal Copyright 2024
All Rights Reserved
#390
tragedi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BOOK 1 MISSION SERIES: MISSION IN CASE (Pindah ke Innovel)
  • Infinity High School
  • Masa depan yang terulang
  • ALGENTA
  • DEXTER
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]
  • MIXTURE! (About Secrets)
  • The Hidden Mestophia [Revisi]

[Sebelum baca, follow akunku dulu yah!] #1 dalam Mystery/Thriller [22 Januari 2019], #1 dalam Remaja [14 Januari 2019], #1 dalam Misteri [14 Januari 2019], #2 dalam Pembunuhan [2 Januari 2019] Kehidupan di SMA Argosaka yang semula tenang berubah menjadi penuh kekhawatiran. Insiden pembunuhan terjadi secara beruntun. Korbannya tak lain adalah siswa SMA Argosaka. Tak ada yang tahu alasan mengapa siswa-siswi tersebut dibunuh. Pihak sekolah menutup proses investigasi. Menetapkan kasus ini sebagai kasus bunuh diri. Akhirnya polisi harus menyerah dan undur diri. Namun, saat polisi menutup kasus, beberapa siswa justru mendapat petunjuk dari surat-surat anonim. Mereka harus memecahkan teka-teki isi surat anonim tanpa bantuan polisi. Apabila gagal, taruhannya adalah nyawa mereka sendiri. Saat persahabatan mulai diragukan, kejujuran mulai dipertanyakan, keselarasan pikiran tak mampu diusahakan. Kesetiaan pun menjadi ancaman. Apakah masih ada yang namanya teman? Selamat membaca.

More details
WpActionLinkContent Guidelines