Belenggu Dusta

Belenggu Dusta

  • WpView
    مقروء 49
  • WpVote
    صوت 2
  • WpPart
    فصول 2
WpMetadataReadمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: ثلاثاء, ديسـ ١٧, ٢٠٢٤
WpInfo
روائيّة
عاطفيّة
Dari dulu hingga sekarang impiannya hanya satu, yaitu memiliki kehidupan yang lurus dan biasa-biasa saja. Dibanding impian, justru itu terdengar seperti perkataan klise dari seseorang yang hidupnya penuh dengan kepasrahan. Namun baginya itu merupakan sesuatu hal yang tidak sederhana. Dan ternyata benar, hidup biasa-biasa saja tidak semudah itu untuk terwujud. "Bukan hanya dunia yang memandang ku buruk, tetapi diriku sendiri juga ikut serta. Aku bingung, aku tidak tau apa yang ku lakukan, semuanya begitu cepat dan tidak terduga. Aku tidak bersalah sungguh, tetapi mengapa rasa bersalah ini semakin menjadi-jadi? Lantas aku harus pergi kemana? Tempat apa yang bisa ku jadikan pelabuhan? Tuhan tolong tunjukkan jalan kepadaku, agar aku bisa keluar dari rasa sakit dan ketakutan ini." ~Danudara Satwika Atmaja~
جميع الحقوق محفوظة
#6
julio
WpChevronRight
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Halaman Hidupku
  • ALKANTARA || END || Belum Revisi
  • Eliinaa
  • Masalah dan Kita
  • Satria Dirgantara [Complete]
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Perihal Dia Dengan Sejuta Tawa (END)
  • Ardan [TERBIT]

patah mana yang tak kupulihkan sendiri, sakit mana yang belum pernah ku rasakan. Saat dunia menuntutku tegar tanpa memperdulikan bagaimana aku bertahan. Setiap luka selalu ku peluk dalam diam, sembari belajar mencintai diriku yang perlahan hancur. Mereka selalu melihat senyumku, tapi tak pernah tau pertempuran yang ku rahasiakan di balik hati dan pikiranku. Aku berjalan dengan hati yang lelah, namun tetap berdiri meski runtuh dalam sunyi. Aku menangis tanpa suara, meratap dalam jiwa yang hampir mati rasa. Bahkan nafas pun terasa sesak, seolah dunia tak memberiku kesempatan untuk sekedar tenang. Sebab kalau bukan diriku, siapa lagi yang memeluk hatiku sendiri, saat semua memilih pergi ketika aku paling membutuhkan.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى