bahagia? (On Going)

bahagia? (On Going)

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 20, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
gw gak suka sedih tapi keadaan aja Dari lantai dua di balkon terlihat cwek yang kesesepian sedang memandangi keluarga bahagia di halaman belakang lebih tepatnya taman dengan satu cewek di ratukan yapsss siapa lagi klo bukan lani. "Huh! Kapan yah gue bisa begitu,bisa di sayang semua keluarga"kata lara Kemudian lara berjalan menuruni tangga ingin menuju dapur untuk meminum air krna tenggorokan serasa begitu kering,ketika lara melewati dinding kaca mengarah taman belakang dia dapat melihat ketiga abangnya mamanjakan adek nya. Dan disitu ada orang yang melihatnya dan langsung memanggilnya "Kak sini bergabung sama-sama yukk seru tau"kata lani "Dek ngapain sih panggil dia,gak tau malu tau dia kan dah dorong adek sampe masuk RS"kata abng kedua lara yapsss siapa lagi klo bukan Radya "Ihhh jangan gitu bang kan lara jga saudara kita"kata lani "Udah gapapa lanjut aja gue ke kamar dulu mau istirahat ngantuk soalnya"kata lara sambil tersenyum
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • GRAVARENZO
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines