Another World

Another World

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 9, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Dania Margaret seorang mahasiswa Extrovert yang memiliki kehidupan cukup bahagia layaknya anak muda. Saat dimana hari dia selesai ujian, dia memutuskan untuk merayakan hari itu bersama teman sebayanya. Dania di tugaskan untuk membeli Kue yang ada di seberang toko, namun Saat dia ingin berjalan lebih jauh. dania merasakan rasa sangat nyeri di dadanya yang membuatnya tak sadarkan diri. namun herannya saat terbangun dia berada di kamar yang berbeda?! Ada apa dengannya? Dan bagaimana kisah selanjutnya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • In Someone Elses Shadow
  • All About You [ COMPLETE ]
  • OUR MEMORIES ( TAMAT )
  • Cinta?
  • Mencintai Sebatas Doa
  • My sweet berondong(End)
  • Let Me,Love You.
  • TITIK RINDU [ SELESAI ]

"Waktu kedua kalinya kita bertemu, kau berkata bahwa mari menjadi lebih dekat satu sama lain. Then why did we change?" Dennis tidak pernah menyangka kalau satu ciuman di malam itu akan mengubah segalanya. Dulu, Mark hanyalah seseorang yang sering ia lihat di kantin kampus-tertawa bersama teman-temannya, menantang orang untuk bermain basket, atau terkadang tidur siang dengan buku terbuka di dadanya. Seseorang yang seharusnya hanya sekadar 'ada' dalam hidupnya, tidak lebih. Namun, semua berubah sejak perjalanan ke villa itu. Sejak malam di mana bibir mereka bertemu, sejak rasa yang tidak pernah Dennis sadari sebelumnya perlahan tumbuh tanpa bisa ia hentikan. Sekarang, dia duduk di sudut perpustakaan, mencoba membaca buku di hadapannya, tapi pikirannya melayang. Mark masih sama seperti dulu-tersenyum dengan cara yang membuat dadanya sesak, menatapnya dengan tatapan yang sulit ditebak. Tapi ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. Sesuatu yang menggantung, tidak terucapkan, seolah hanya menunggu salah satu dari mereka untuk mengakhirinya atau membiarkannya terus ada. Dennis menghela napas, menatap ke arah Mark yang duduk di seberang meja. Matanya bertemu dengan milik Mark sesaat sebelum pria itu tersenyum tipis-senyum yang membuat perutnya terasa aneh. Kapan semuanya menjadi serumit ini?

More details
WpActionLinkContent Guidelines