Among us [ on going  ]

Among us [ on going ]

  • WpView
    Membaca 1,768
  • WpVote
    Vote 328
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Okt 31, 2024
WpInfo
Fiksi Penggemar
Gap the Series
Di tengah heningnya malam, Kapten Becca berdiri di pinggir lapangan, menatap langit yang dipenuhi bintang. Hatinya terasa berat, seolah ada jurang yang menganga di dalam dirinya. Setiap detik berlalu, rasa kehilangan semakin menyiksa. Dia adalah seorang kapten angkatan darat yang tangguh, tetapi di balik seragamnya yang rapi dan sikapnya yang tegas, ada kerentanan yang tak terlihat. Dengan setiap langkah yang diambilnya, Becca berusaha mengingat betapa bahagianya mereka saat bersama. Dia tahu bahwa ketulusan cinta tidak akan terhapus oleh jarak atau waktu. Meski harus menghadapi kenyataan pahit, Becca bertekad untuk meneruskan hidupnya, bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang orang yang berada di sekitarnya Di dalam hatinya, Becca berdoa agar kekasihnya menemukan kedamaian, dan dia berjanji untuk tidak membiarkan kenangan indah itu pudar. Dia akan menjadi lebih kuat, dan cinta mereka akan terus hidup dalam setiap langkahnya.Dengan tekad yang kuat, Kapten Becca menatap ke depan, siap menjalani hidup dengan penuh arti meski harus menanggung beban rasa kehilangan. "Aku sangat merindukanmu"
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • H-30 (Freenbecky)
  • Hidden Attack
  • AMBISI
  • UNFAITHFUL - BECKFREEN (Hiatus)
  • My Soulmate "Freen&Becky" END
  • Ex Girlfriend Or My Boyfriend (END)
  • More than this
  • Love Story Of Twins [S2] (END)
  • Yang Hilang (FreenBecky)
  • [ Troublemaker ] - COMPLETED

Di luar gedung pernikahan, di bawah langit yang mulai memerah, terdapat seorang wanita yang terjatuh, duduk membungkuk dengan wajah tertutup tangan. Halaman depan gedung itu menjadi saksi bisu betapa hancurnya hati seseorang yang sedang meratapi takdirnya. Dialah Freen. Tangisannya terdengar jelas, mengalir deras, seolah mengeluarkan segala rasa sakit yang selama ini terpendam. Kini, semua rasa itu menyatu, menggunung, begitu berat, setelah menyaksikan puncak kepedihannya. Becky-satu-satunya wanita yang begitu ia cintai-telah bersanding dengan pria pilihan hatinya. "Freen!" teriak Nam, yang berlari menghampiri sahabatnya itu. Tanpa ragu, Nam memeluknya erat, ikut merasakan kepedihan yang tak terkatakan. Nam tak bisa menahan air matanya. Hatinya pun remuk melihat sahabatnya begitu hancur. "Maafkan aku, Freen," ujar Heng dengan suara penuh penyesalan. "Aku... aku tak bisa mencegahnya." Freen hanya terisak. Tanpa bisa berkata apa-apa, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, tubuhnya bergetar hebat, dan rasanya seolah dada ini akan meledak. "Becky... dia sudah jadi milik orang lain sekarang..." suara Freen tercekat, semakin tertahan oleh tangisannya yang tak bisa dihentikan. Nam menggigit bibir, menunduk, seolah tak lagi memiliki kata-kata yang bisa menghiburnya. "Sudahlah, Freen... kau sudah berjuang dengan sekuat tenaga," kata Heng dengan suara berat. "Kau sudah melakukan yang terbaik." "Aku gagal, Heng... aku gagal," ucap Freen dengan air mata yang terus mengalir, membasahi pipinya. "Aku tak bisa membuatnya tetap di sini, bersama aku." Heng menundukkan kepala, tak kuasa menahan air mata yang kini mengalir di pipinya. Yang bisa ia lakukan hanya memeluk Freen, menemani sahabatnya yang tengah hancur, menangis bersama di tengah keheningan malam.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan