TWILIGHT AND HAPPY

TWILIGHT AND HAPPY

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 13, 2024
"pertemuan kita sangat indah, yaa? seperti senja," ucapnya dengan sangat lirih. "Senang selalu, ya?" "Putri kecil, Ayah," kata sang ayah dengan senyuman. "Apapun bisa menjadi senang," kata perempuan itu. "Kamu cantik, tapi dia juga cantik," "Lo selalu cantik, lebih cantik dari tokoh utama perempuan yang lo baca dalam novel," Plagiat? Tidak, aku benci itu, sesama manusia, tolong untuk saling mengerti yaa? Semua manusia juga punya hak, jadi masing masing akan ada nantinya. Selamat membaca, semoga suka yaa? Aamiin.
All Rights Reserved
#429
cintaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALYA
  • AUDREY
  • KISAH KITA (END)
  • Fajar & Senja
  • dimana janji tersebut
  • Sahabat🍂 [COMPLETED]
  • BRINCA
  • Enough Love Not For Own [HIATUS]
  • DEDEL(Zeedel)                                         (Slow Update)
  • SPOILEDBOY
ALYA

Alya melangkah menuju sekolah dengan langkah pelan. Jalanan pagi itu sepi, hanya suara burung berkicau yang menemani. Biasanya, ia akan berangkat lebih awal untuk membaca buku di perpustakaan, tapi hari ini hatinya terasa berat. Sesampainya di sekolah, suasana berbeda jauh dari rumahnya. Di sini, Alya bukanlah anak yang diabaikan. Ia dikenal sebagai murid berprestasi, ketua klub sains, dan siswa yang sering membawa nama sekolah ke ajang perlombaan. Teman-teman dan guru-guru menghormatinya. Saat ia memasuki kelas, seorang temannya, Dinda, langsung menghampirinya. "Alya! Kamu udah siap buat ujian hari ini? Kayaknya ini bakal susah banget!" kata Dinda panik. Alya tersenyum kecil. "Aku sudah belajar semalam. Semoga saja bisa mengerjakan dengan baik." Dinda menghela napas. "Duh, enak banget jadi kamu. Pinter, rajin, selalu menang lomba. Orang tuamu pasti bangga banget, ya!" Ucapan itu membuat senyum Alya menegang. Ia tidak tahu harus menjawab apa. Haruskah ia mengatakan yang sebenarnya? Bahwa tidak peduli berapa banyak piala yang ia menangkan, orang tuanya tidak pernah benar-benar peduli? Alya hanya tertawa kecil. "Iya, semoga saja." Gmn kelanjutan nya? Langsung baca aj yaa See you, semoga suka sama ceritanya >_- Dilarang keras plagiat karya gw⚠️

More details
WpActionLinkContent Guidelines