TWILIGHT AND HAPPY

TWILIGHT AND HAPPY

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 13, 2024
WpInfo
Fanfic
Twilight
"pertemuan kita sangat indah, yaa? seperti senja," ucapnya dengan sangat lirih. "Senang selalu, ya?" "Putri kecil, Ayah," kata sang ayah dengan senyuman. "Apapun bisa menjadi senang," kata perempuan itu. "Kamu cantik, tapi dia juga cantik," "Lo selalu cantik, lebih cantik dari tokoh utama perempuan yang lo baca dalam novel," Plagiat? Tidak, aku benci itu, sesama manusia, tolong untuk saling mengerti yaa? Semua manusia juga punya hak, jadi masing masing akan ada nantinya. Selamat membaca, semoga suka yaa? Aamiin.
All Rights Reserved
#155
chandra
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEVER CHANGE ME & YOU
  • Sahabat🍂 [COMPLETED]
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Terima kasih Imajinasi [end]
  • Enough Love Not For Own [HIATUS]
  • ALFIAN BAGASKARA
  • Nikah Muda
  • LOVE REVOLUTION || JENRINA
  • SPOILEDBOY
  • dimana janji tersebut

"Momen seperti itu sudah jadi mimpi buatku," Ayahku telah tiada, dan kenangan itu tak akan kembali. Namun, di tengah rasa sakit itu, Jea tetap bersyukur. Masih ada ibu yang selalu ada untuk Jea. Beliau seperti punya dua peran dalam hidupku-seorang ibu dan seorang ayah sekaligus. Ibu selalu mewarnai kehidupan anaknya, walaupun terkadang kami suka bertengkar sambil bercanda dalam hal-hal kecil. Tapi Jenna hanya bisa berharap, semoga ibu panjang umur dan sehat selalu. Melihat ibu seperti itu membuat Jea sadar, hidup ini mungkin tidak akan selalu adil, tapi ia punya alasan untuk tetap kuat. Setiap tawa yang ibu bagikan, setiap lelah yang dia sembunyikan, semuanya mengajarkan untuk terus berjalan, meski kadang langkahku terasa berat. Jea sadar, momen seperti di kantin tadi mungkin bukan untuknya, tapi Jea tak akan membiarkan dirinya terus terjebak dalam rasa kehilangan. Karena ada ibu yang selalu berjuang untuk kebahagiaan Jea. "Dan jika ayah dulu adalah pelindung di masa kecilku, sekarang ibu adalah pelita yang menerangi masa depanku" Batin Jea. "Jujur, aku iri sama mereka". • • • • • • Aku hanya anak kecil yang ditinggal oleh Ayah pergi jauh dan tak akan kembali ke dunia ini. -Jeanna Azarina- Ayah, anakmu sudah dewasa sekarang apakah tidak rindu? Apakah Ayah masih ingat wajah anakmu yang mirip sekali dengan Ayah. -Jeanna Azarina- Ayah, aku sangat merindukanmu sangat ingin memelukmu dan banyak hal yang ingin aku bicarakan kepadamu tapi kapan? -Jeanna Azarina- Walaupun aku kehilangan figur seorang Ayah tapi, kalau bukan ini takdirnya mungkin aku tidak bisa kuat dan bertahan sampai detik ini. -Jeanna Azarina- Aku ingin sekali merasakan memanggil Ayah berkali-kali didalam rumah kemudian, ayah menghampiri dan memelukku erat. -Jeanna Azarina- #Kisah nyata penulis #DILARANG KERAS UNTUK MENJIPLAK

More details
WpActionLinkContent Guidelines