Eternal

Eternal

  • WpView
    Bacaan 6
  • WpVote
    Undian 1
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Isn, Okt 7, 2024
"Ini Isa Gio"ucap wanita paruh baya tersebut sambil menunjukan salah satu pemakaman yang bertuliskan Isabella Prisha. "Maksud tante?"ucap pemuda tersebut masih nampak syok dan bingung atas apa yang dilihatnya. "Iya Gio, Isa udah gak ada"ucap wanita paruh baya tersebut dengan mata yang berkaca - kaca sambil menatap gundukan makan bertulisan Isabella Prisha. "Nggak tante, ini gak mungkin Isa kan tante?"ucap pemuda tersebut yang mulai menangis.
Hak Cipta Terpelihara
#109
plottwis
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • Bumantara Dan Amertanya
  • AILAH(END)✅
  • Kutemukan Cinta Di Tanah Suci
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • Janji Diujung Doa
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • Black Rose
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]

"Oh jadi lo itu cuma pura-pura?" tanyanya setelah mendengar Alesya berbicara tidak seperti biasa. Alis Alesya mendadak menaut. "Pura-pura?" "Pura-pura gimana?" "Pura-pura sakit biar dapet perhatian gue. Ye kan ye lah masa enggak." "Itu otak emang geser ya!" "Otak gue geser itu juga karena lo," belanya menaikan kedua alis. "Gue?" "Iya! Lo keseringan tonjok gue sih. Jadinya posisi otak gue nih geser tiga senti setengah dari habitatnya." "Emang dasar lo nya aja yang bego!" "Bego-bego gini lo suka kan?"

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi