Air Mata

Air Mata

  • WpView
    reads 1
  • WpVote
    Stemmen 0
  • WpPart
    Delen 1
WpMetadataReadLopende
WpMetadataNoticeLaatst gepubliceerd maa, okt. 7, 2024
Ansa, seorang gadis remaja yang pendiam namun memiliki pemikiran yang dalam, mulai menyadari bahwa ingatannya perlahan-lahan memudar. Ia tidak tahu mengapa, tetapi setiap hari ia merasakan potongan-potongan dari kehidupannya lenyap seperti kabut yang terangkat oleh sinar matahari. Dalam hatinya, Ansa tahu bahwa pada akhirnya semua yang ia ketahui, orang-orang yang ia cintai, serta kenangan indah yang pernah ia alami, akan menghilang tanpa bisa ia cegah. Dia mulai mempertanyakan makna eksistensi dan waktu, bertanya-tanya apakah ada cara untuk menyelamatkan atau merekam semua yang mulai terkubur dalam dirinya.
Alle rechten voorbehouden
Word lid van de grootste verhalengemeenschapOntvang persoonlijke verhaal aanbevelingen, sla je favorieten op in je bibliotheek en geef commentaar en stem om je gemeenschap te laten groeien.
Illustration

Je bent misschien ook geïnteresseerd in

  • I'm More Than Just A Princess
  • Lain Dunia (Tamat)
  • Behind the Chill of the Night Wind (HIATUS)
  • The Dreamkeeper's Forest
  • Between Crown and Forest
  • Annalise and The Underworld [Ending]
  • Aku dan kata kata
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Unexpected love
  • CERITA CINTA PUTIH BIRU

[Completed] Seorang gadis wibu bangun di tubuh puteri yang terabaikan. Steffani Alina, seorang gadis biasa yang menyukai para lelaki dua dimensi buatan Jepang itu tidak tau apa yang tengah terjadi padanya. Ia meninggal dalam kecelakaan tabrak lari sepulang membeli 'kebutuhan' wibunya. Namun saat ia membuka matanya, hal pertama yang ia lihat adalah kamar mewah bernuansakan emas dengan kombinasi warna putih. Namun entah kenapa meski terlihat megah, kamar itu nampak tidak terurus. "tempat apa ini?!" ucapnya seraya menoleh ke kanan dan kiri dengan panik. Ia segera beranjak dari kasur megah itu, hendak keluar dari kamar yang begitu asing baginya. Namun saat ia melewati cermin besar yang berada di dekat kasur, betapa terkejutnya ia saat melihat pantulan dirinya di cermin. "in-ini... ini bukan aku!" ucapnya terkejut seraya menyentuh wajah cantik itu. Rambut pirang berkilau bagai kain sutera yang terbuat dari emas, mata sebiru langit di siang hari, kontur wajah kecil sempurna, bibir ranum merah muda alami, hidung bangir dan bentuk tubuh ideal. Sungguh impian para kaum hawa. ---//--- Namun semua itu tidaklah berarti, setelah ia mendapat memori dari si pemilik tubuh yang asli. "Isandra... sedih sekali hidupmu. Kematian mereka bukan salahmu, makhluk itu juga bukan keinginanmu" lirihnya. Namun sekian detik kemudian, matanya berkilat tajam, "aku harus merubah semuanya" ucapnya geram. ---//--- "hei, apa yang kau lihat?" tanya pemuda bersurai seputih awan dan mata sebiru langit. "Go-Gojo..." "hah? apa itu Gojo?" tanya pemuda itu penasaran saat Isandra menatapnya tanpa berkedip, seolah tengah melihat keajaiban. ---//--- "ya, Yang Mulia?" ucap Isandra. "... kapan kau akan memanggilku 'ayah'?" tanya Galen blak-blakan. "ya! Kenapa hanya Evan yang kau panggil kakak? aku juga kakakmu tau!" seru Percy. Isandra nampak kebingungan dan terkejut di saat yang bersamaan, 'kenapa jadi begini?!' batinnya.

Meer details
WpActionLinkInhoudsrichtlijnen