COLORFUL

COLORFUL

  • WpView
    Lecturas 19
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, oct 11, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
"Aku hidup, tapi seolah sudah mati." Waktu bergerak, namun kehidupan ini terasa begitu lamban dan hampa. Bukan hanya kebosanan yang menghantui, ada sesuatu yang jauh lebih dalam-sesuatu yang menekan setiap inci perasaanku. Mati rasa. Mungkin lebih baik berakhir di sini, agar semua kebencian, kehampaan, dan rasa muak ini bisa lenyap. Lagi pula, siapa yang akan peduli? Atau... mungkin, ada yang peduli? ••• NOTE: [Cerita ini ditulis sebagai hiburan ringan oleh author, jadi mungkin akan ada beberapa kesalahan dalam ejaan, tanda baca, atau ketidakkonsistenan format paragraf. Kami masih dalam tahap belajar, jadi mohon pengertiannya. Harapannya, cerita ini tetap bisa menghibur kalian meski terkesan random. Jika kalian menyukainya, jangan lupa untuk memberikan like, favorit, komentar, dan tambahkan ke reading list kalian. Terima kasih banyak!] Salam, VIONA SCORPIO
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Angkasa (Forget Me Not)
  • Dependency ✓ [Sudah Terbit]
  • Fall in You (Selesai)
  • Full Of Scratches
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • TIREYA
  • Exchange Souls With Villains
  • ~MoonShiny~◇
  • New World [TRANSMIGRATION]
  • Another Seyra! Antagonist Girl [End]

"Bunganya udah layu, Sa. Yakin mau dibeli? Nanti sampai rumah juga mati." "Gak apa-apa. Gw pastiin bunga ini gak akan mati. Layu bukan berarti mati, kan? Gw bakal rawat bunga ini... terus kasih ke Ayah." Ia tidak memilih mawar, tak pula melati. Hanya bunga kecil yang nyaris mati-seperti dirinya sendiri. Hari demi hari, ia rawat bunga itu seakan sedang menjaga harapan yang hampir padam. Rapuh, tapi belum sepenuhnya punah. Namun di Hari Ayah, harapan itu kembali layu. Bunga itu ditolak, bahkan sebelum sempat menyampaikan maksudnya. Dan malam itu... ia tak pernah pulang. Namun nyatanya, Tuhan itu adil. Setelah semua luka, setelah semua kejatuhan... Tuhan menghadirkan satu suara-yang tak menghakimi, tak pula menuntut. Hanya berkata pelan: "Sama gw, Sa. Sama gw terus. Kalo boleh berharap, semoga suatu hari nanti gw bisa jadi alasan lo buat pulang." Angkasa (last flower) "Forget me not" Warning ⚠️ Thriller × Angst × Crime !!! Cerita ini mengandung unsur thriller yang menegangkan, serta banyak adegan kekerasan, darah, kriminalitas, dan teka-teki. Harap bijak dalam memilih bacaan. ‼️⚠️

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido