"Aku hidup, tapi seolah sudah mati."
Waktu bergerak, namun kehidupan ini terasa begitu lamban dan hampa. Bukan hanya kebosanan yang menghantui, ada sesuatu yang jauh lebih dalam-sesuatu yang menekan setiap inci perasaanku.
Mati rasa.
Mungkin lebih baik berakhir di sini, agar semua kebencian, kehampaan, dan rasa muak ini bisa lenyap. Lagi pula, siapa yang akan peduli?
Atau... mungkin, ada yang peduli?
•••
NOTE:
[Cerita ini ditulis sebagai hiburan ringan oleh author, jadi mungkin akan ada beberapa kesalahan dalam ejaan, tanda baca, atau ketidakkonsistenan format paragraf. Kami masih dalam tahap belajar, jadi mohon pengertiannya. Harapannya, cerita ini tetap bisa menghibur kalian meski terkesan random.
Jika kalian menyukainya, jangan lupa untuk memberikan like, favorit, komentar, dan tambahkan ke reading list kalian. Terima kasih banyak!]
Salam,
VIONA SCORPIO
JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR SEBELUM MEMBACA. OK Leee~...
Up tidak menentu, pantengin aja. Jangan lupa masukkan dalam perpustakaan mu agar dapat pemberitahuan ( ͡°⁄ ⁄ ͜⁄ ⁄ʖ⁄ ⁄ ͡°)
HAPPY READING GUYS!
"Jika aku bisa mengulang waktu, tidak akan aku mau mengenalmu. Tidak akan ku biarkan diriku tersakiti olehmu"
-Tireya-
Kisah tentang seorang wanita beranak 1 yang mengalami nasib sial, sampai ditinggalkan oleh suami dan anak perempuannya.
Ciitttt...
Brukk...
"Arggh" Tubuh rapuh itu menabrak tembok rumah tetangga, lalu terjatuh di tanah.
'Seandainya aku tidak pernah mengenalnya... seandainya"
***
"Akkhh" Seorang gadis kecil terbangun dari mimpi buruknya, dengan napas memburu.
"Apa? Aku hanya mimpi buruk?"
"Tidak! Mimpi buruk tidak menyusutkan badan bukan? Apa aku masih berada di dunia mimpi? Ssstt, tapi cubitan ini terasa sakit. Jadi ini bukan mimpi?Aku kembali menjadi seorang anak kecil?" pekik anak itu sambil mencoba mencubit dirinya sendiri, lalu meringis karenanya. Ia melihat tampilan dirinya dari cermin.
"Wah, ini gila. Tidak, aku rasa aku yang telah menjadi gila"
***
Halo Readers ini adalah karya pertamaku, semoga kalian menyukainya ya.
Salam Hangat : Lilac~