Danbi, seorang budak kecil yang dijual di pasar, bertemu dengan Putra Mahkota Kwon Jinyoung, seorang pemuda tampan dan ramah di mata banyak orang, namun ternyata menyimpan sifat tiran dan obsesi yang berbahaya. Meski penampilan Danbi saat itu kumal dan tidak menarik, ada sesuatu yang menarik perhatian Putra Mahkota, yang tanpa ragu membelinya dan menjadikannya pelayan pribadinya.
Seiring berjalannya waktu, Danbi tumbuh menjadi wanita cantik yang memancarkan pesona tak terbantahkan. Namun, hidupnya dalam istana bukanlah kehidupan yang indah. Kwon Jinyoung, yang seharusnya memperlakukannya dengan baik sebagai majikan, justru menunjukkan sisi gelapnya yang obsesif dan posesif. Jinyoung secara halus menyiksa Danbi, baik secara mental maupun emosional, membuat Danbi hidup dalam ketakutan setiap harinya.
Di sisi lain, Jenderal Moon Seonho, seorang pria tegas dan kaku yang diam-diam menyimpan perasaan terhadap Danbi, memberikan sedikit cahaya dalam hidupnya. Meski Seonho terlihat dingin, ia selalu memperhatikan Danbi dari kejauhan, menyembunyikan rasa cinta yang mendalam.
Intrik, kekuasaan, cinta terlarang, dan ambisi berdarah menciptakan kisah yang mendebarkan di tengah kekuasaan dinasti Kwon. Apakah Danbi akan menemukan kebebasan dari cengkeraman Jinyoung? Ataukah cintanya kepada Seonho yang terlihat mustahil akan pernah terwujud
Mashiro adalah seorang gadis yang memiliki ambisi besar, termasuk dalam urusan percintaan. Ia telah lama menyukai Serim, tetapi pria itu justru menjalin hubungan dengan Wonyoung, sahabatnya sendiri. Tidak ingin menyerah begitu saja, Mashiro berusaha menghancurkan hubungan mereka dengan berbagai cara. Namun, rencananya justru berbalik menyerang dirinya sendiri ketika sebuah kecelakaan membuatnya harus kehilangan ingatan-atau setidaknya, itulah yang ia ingin orang lain percaya.
Dengan berpura-pura kehilangan ingatan, Mashiro berharap bisa memulai segalanya dari awal. Tetapi kebohongan itu semakin sulit dipertahankan, terutama saat penyakit Vertigo yang dideritanya semakin memburuk. Kondisinya memaksa Mashiro pergi ke Amerika untuk menjalani pengobatan selama sembilan bulan, meninggalkan semua konflik dan perasaan yang belum terselesaikan di Seoul.
Ketika akhirnya ia kembali, Mashiro harus menghadapi konsekuensi dari semua tindakannya di masa lalu. Akankah ia bisa menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya, atau justru kembali terjebak dalam intrik yang ia ciptakan sendiri?