highway 1009

highway 1009

  • WpView
    Reads 3,148
  • WpVote
    Votes 1,319
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 13, 2026
-can you stay with me a little bit more? Pria bermantel usang itu mengusap bangku kosong di sebelahnya sementara bus terus melaju membelah jalan. Tidak seperti biasa, kehangatan yang selalu menyelimuti seolah menguap tak bersisa setelah kehilangan menghampiri mereka. Merenggut salah satu orang yang bisa menghidupkan kehangatan tersebut dalam tumpangan umum ini. Daun kering berguguran menghiasi jalanan. Pria itu sadar, segalanya tidak akan lagi berakhir sama saat bus yang ia tumpangi berhenti di halte ber cat biru di depan. Sudah tidak ada lagi sosok ceria melambai. Namun, senyum itu masih ada. Tetap disana, menyapanya. - HiraVaella #1 rikienhypen - 14-03-2026 #1 nishimurariki - 19-03-2026
All Rights Reserved
#319
sad
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Exhausted Soul | EN- [REVISI]
  • Uncertain feeling [END S1] [REVISI]
  • Lee Cute Jeno: Shorts 2
  • An imperfect story  || NI-KI ENHYPEN
  • Sámpái Jumpá :) [Tamat]
  • Sunoo, are you okay?
  • PRIHAL RUMAH DAN SEISINYA | ENHYPEN

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines