High School Sweethearts [wmmap]

High School Sweethearts [wmmap]

  • WpView
    Reads 4,834
  • WpVote
    Votes 312
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureComplete Fri, Mar 20, 2026
Permainan petak umpet di bawah selimut yang mereka lakukan saat pulang sekolah membawa kehamilan yang tidak diinginkan. Kenakalan remaja yang mereka lakukan membuat Lucas harus bertanggung jawab atas kehamilan kekasihnya. Sejauh apa mereka bisa bertahan? Athanasia/Lucas
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • We Are Destiny (NEW)
  • MOTHER's JOURNEY (WAKTU AKU SAMA ARKA)
  • The Duke of Villaines
  • Salah Target [Unpublish]
  • Babysitter [Suddenly, I Became a Princess]
  • My Young Husband || Luke Hemmings (COMPLETED)
  • NAYLA  || Luka Berakhir Duka (End:Revisi📌)
  • Putri Mahkota Yang Tertukar (WMMAP / SIBAP FANFICTION INDO)
  • I'm Sorry [Terbit E-book]

🪻DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🪻 🪻WAD (WE ARE DESTINY)🪻 🪻UPDATE SETIAP SABTU & MINGGU🪻 🪻WAJIB VOTE + KOMEN🪻 Menemukan dan merawat bayi yang entah siapa orang tuanya bukan lah hal mudah bagi Shylena, gadis yang baru saja berusia 20 Tahun, di mana tengah sibuk-sibuknya membagi waktu part time dan juga jadwal kuliahnya hingga tidak memiliki waktu untuk quality time sepertinya kebanyakan temannya. "Arghh! kenapa jadi gini sih? ngerawat lo aja udah ribet buat gue, masa mau di tambah anak lagi!" keluh Shylena sambil mengusap air matanya dan menatap bayi berusia sekitar 7 Bulan yang tengah tersenyum kepadanya. "Ini semua gara-gara cowok brengsek itu! harusnya dari awal gue nggak usah berurusan sama dia, terus sekarang gue harus gimana?" gumam Shylena dengan putus asa mengusap perutnya yang masih datar. Tinggal mandiri di kota yang cukup jauh dari keluarganya, bekerja untuk tambahan uang saku, di tambah merawat 1 bayi saja sudah cukup membuatnya baby blues apalagi kedepannya jika anak di kandungannya itu lahir. Membayangkannya saja Shylena sudah tidak sanggup, apalagi harus mengalaminya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines