Seni Merayakan Kehilangan

Seni Merayakan Kehilangan

  • WpView
    Membaca 8
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Rab, Okt 9, 2024
Mereka bilang kehilangan adalah bagian dari hidup. Lantas perlu ku sebut kehilangan itu kebetulan atau takdir? *** Naya pernah kehilangan. Usianya sudah masuk fase banyak ingin tahu ketika menyadari ia telah kehilangan sosok ayah. Mereka bilang, ayah dan ibu berpisah ketika Naya masih merah. Waktu itu Naya kecil tidak terlalu larut dalam pilu. Toh, dia tidak bisa mendeskripsikan rasa sakit akibat kehilangan sosok yang tidak pernah ia rindukan. Tetapi malam itu berbeda. Naya sedang berdiri sabar di seberang halte biasa tempat bus selalu menurunkan ibunya selepas bekerja. Ia pikir mereka akan segera pulang, kemudian menikmati kesederhanaan di rumah mereka. Ia pikir malam ini akan seperti malam-malam biasanya, mereka berdua pulang dengan keadaan lelah dan saling menghibur sepanjang jalan. Naas, pemandangan itu harus ia saksikan tepat di depan matanya begitu bus menurunkan ibu dan meninggalkan pemberhentian. Sebuah mobil mewah yang Naya tidak peduli apa merknya menghantam tubuh ibu yang sedang dalam usaha menyeberang jalan untuk memeluknya seperti biasa. Berdebum menghantam bagian depan mobil, kemudian jatuh menggelepar di aspal. Dan bodohnya Naya hanya mematung diam, bahkan ketika kaca jendela mobil sedikit terbukapun Naya tetap diam. Hal itu akan menjadi penyelasan seumur hidup. Karena faktanya, pengemudi itu tidak pernah turun dari mobilnya. Kaca yang sedikit terbuka itu segera tertutup. Mobil yang tadinya berhenti segera melaju lebih kencang dari sebelumnya, meninggalkan ia dikelam malam dengan pemandangan paling menyakitkan yang pernah ia lihat sepanjang 23 tahun usianya. Bagaimana ini? Naya kembali kehilangan. Tetapi kali ini ia berhasil merasakan sakitnya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#572
fiksiumum
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Nagisa
  • Diagnosis: Harapan [MS 1]
  • The Unexpected Stranger
  • Perfect Love
  • Pelarian Romantis yang Membahayakan
  • RETAK [END]
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Naya Arjuna
Nagisa

Selama dua puluh lima tahun, Lestari Hartono hidup dalam bayang-bayang kehilangan putrinya, Nagisa, yang lenyap tanpa jejak. Di ambang usianya yang ke-61, Lestari memutuskan untuk melarikan diri dari kehidupan nyamannya, bukan untuk menyerah, tetapi untuk memulai sebuah ziarah putus asa ke masa lalu-kembali ke jalanan tempat Nagisa terakhir terlihat. Berbekal kepingan memori yang menyakitkan dan tekad seorang ibu yang tak tergoyahkan, ia memulai penyelidikan pribadinya. Namun, semakin dalam ia menggali, semakin ia tersadar bahwa bahaya yang sama yang merenggut Nagisa mungkin masih mengintai, dan kebenaran yang tersembunyi bisa jadi jauh lebih mengerikan daripada mimpi terburuknya. Akankah pencarian ini memberinya kedamaian, atau justru membawanya ke dalam kegelapan yang lebih pekat? Fiksi. Cerita akan tamat sampai epilog dalam seminggu.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan