Medioker

Medioker

  • WpView
    Reads 277
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 30, 2024
Dari 8 miliar orang di bumi ini, hanya sebagian kecil orang yang mendapat peruntungan untuk memiliki berbagai privilase. Mulai dari berlebih harta, rupawan, dan terkenal. Walau begitu, bumi seperti berotasi pada mereka. Rasanya tidak ada tempat bagi seorang yang medioker-seorang yang biasa saja. Ini cerita tentang Adit, seorang medioker yang hampir tidak mendapat privilase apa-apa. Tidak kaya, tidak terkenal, tidak rupawan. Tidak ada yang tertarik dengannya, bahkan untuk sekedar menjadikannya teman. Selama yang dia tahu, dia selalu nyaman dengan kesendiriannya. Dia memilih untuk mengasingkan diri dan fokus pada diri sendiri. Namun, ketika bapaknya meninggal dan dia mulai dekat dengan sepupunya, dia tahu dia harus menata diri. MEDIOKER merupakan perjalanan masa remaja dari masa akhir sekolah menengah pertama sampai menegah atas untuk mengikis bentengnya fondasi kepribadiannya itu sedikit demi sedikit. Pengikisan yang membuatnya menemukan harapannya, mencari jadi diri, mengeksplorasi seksualitas, serta belajar merelakan.
All Rights Reserved
#863
ceritagay
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dancing for the Star [TAMAT]
  • Mas! || ThomasKong✔
  • Adit, Jogja, dan Dia Season 1 [Season 1]
  • My Perfect Arland
  • ALDEANDRA [TERBIT]

Adara, seorang gadis berusia 15 tahun, merasa bahwa dirinya buruk rupa, apalagi ketika orang-orang membandingkannya dengan Ananda, abangnya yang merupakan cowok pintar, tampan, dan rajin. Adara merasa bahwa abangnya sempurna, tidak seperti dirinya. Adara sering merasa minder dan insecure karena merasa tidak punya hal yang bisa dibanggakan, kecuali menari. Adara suka menari, tetapi ia tidak percaya diri jika harus menari di depan banyak orang. Ia merasa malu pada penampilan fisiknya yang menurutnya tidak menarik. Suatu waktu, ada lomba menari yang diadakan oleh SMA tempat Adara bersekolah. Marvelo, sahabat Adara, sangat mendukung Adara untuk mengikuti lomba tersebut. Tadinya Adara tidak mau mengikuti lomba tersebut karena tidak percaya diri, tetapi suatu kejadian besar menyangkut Marvelo membuat Adara mau mengikuti lomba tersebut meskipun dirinya masih sering minder dan sulit untuk percaya diri. Apakah Adara bisa melawan rasa takutnya untuk tampil percaya diri? Adara berharap ia bisa keluar dari rasa takutnya dan bisa memandang dunia dengan percaya diri. *Naskah ini diikutsertakan dalam dalam Writing Marathon Seluna

More details
WpActionLinkContent Guidelines