Dari 8 miliar orang di bumi ini, hanya sebagian kecil orang yang mendapat peruntungan untuk memiliki berbagai privilase. Mulai dari berlebih harta, rupawan, dan terkenal. Walau begitu, bumi seperti berotasi pada mereka. Rasanya tidak ada tempat bagi seorang yang medioker-seorang yang biasa saja.
Ini cerita tentang Adit, seorang medioker yang hampir tidak mendapat privilase apa-apa. Tidak kaya, tidak terkenal, tidak rupawan. Tidak ada yang tertarik dengannya, bahkan untuk sekedar menjadikannya teman.
Selama yang dia tahu, dia selalu nyaman dengan kesendiriannya. Dia memilih untuk mengasingkan diri dan fokus pada diri sendiri. Namun, ketika bapaknya meninggal dan dia mulai dekat dengan sepupunya, dia tahu dia harus menata diri.
MEDIOKER merupakan perjalanan masa remaja dari masa akhir sekolah menengah pertama sampai menegah atas untuk mengikis bentengnya fondasi kepribadiannya itu sedikit demi sedikit. Pengikisan yang membuatnya menemukan harapannya, mencari jadi diri, mengeksplorasi seksualitas, serta belajar merelakan.
Warning :
1. Cerita ini mengandung unsur BxB
2. Murni hasil pemikiran saya sendiri jadi tolong untuk menghargai, please jangan plagiat. Jika ada yang menemukan cerita ini di lapak lain mohon untuk lapor kepada saya.
Cinta, salah satu musibah terbesar di dalam hidup Adei. Cowok manis berwajah baby face dengan segala tingkah lakunya yang selalu membuat Arland jengah. Kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan tidak akan bisa mengatur kepada siapa kita akan jatuh cinta, begitu juga dengan Adei.
Cintanya yang begitu besar telah jatuh sejatuh-jatuhnya kepada most wanted sekolah. seorang pria yang memiliki ketampanan bak dewa Yunani, tatapan mata elangnya yang tajam, yang mampu memikat siapapun. Termasuk Adei, salah satu korban dari ke PERFECT an yang dimiliki oleh Arland.
Tapi sayang cinta yang dirasakan oleh Adei bertepuk sebelah tangan. Arland, dengan segala kebenciannya selalu menolak Adei dengan kata-kata yang sangat kasar, kata-kata yang setiap harinya menggoreskan luka di hati Adei. Namun itu semua tak membuat usaha Adei surut, malah ia semakin gencar untuk mendapatkan Cinta Arland.
"Sampai kapanpun gue gak akan pernah jatuh cinta sama lo, homo!" Arland Adhitama.
"Dan aku gak akan pernah mundur untuk mendapatkan cinta kamu." Adei Rahmanda Putra.