Simfoni Katalis

Simfoni Katalis

  • WpView
    Reads 310
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 21, 2025
Terima kasih telah menemukanku, di antara lautan pena yang merangkai keindahan tanpa batas. 𝄞 Ini bukan cerita, novel, kisah apapun. Hanya berisi sajak-sajak metafora, filosofi kecil, refleksi yang aku tulis dari berbagai sudut pandang yg ku miliki. Dari keraguan halus, lahirlah perspektif abstrak yang membuka gambaran luas. Meski terkadang aku terjebak dalam pemikiran ku sendiri. Aku tenggelam, tak tertolong dalam arus pikiran liar yang ku lahirkan. Keraguan yang membawaku pada hamparan pemikiran dalam kepala. Dan dari sana, aku semakin tersesat, mencoba memahami dunia yang terasa tak berujung. Dunia dan diriku, sama-sama luas dan penuh teka-teki, sulit kupahami hingga aku sering tersesat dalam keduanya. Mungkin membantumu menjawab setiap keraguan, juga membuatmu merenung dan ber-refleksi sesaat. Mungkin, seperti aku, tulisan ini juga akan membantumu menelusuri keraguanmu sendiri, membuatmu merenung dan menemukan refleksi baru di dalamnya. Aku adalah semesta yang ku kagumi itu. Rumit untuk kupahami, semesta ini membawa keindahan sekaligus petaka yang nyaris melenyapkan jiwaku. Namun di balik itu semua, semesta ini tetaplah rumah bagiku-tempat di mana aku menemukan keindahan dalam kerumitannya.
All Rights Reserved
#50
renungan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kisah Akala
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • SMARA DIKTA
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • Batas-Batas Eksistensialisme
  • Cahaya [COMPLETED]

Sederhana saja, ini bukan kisah pahlawan atau dongeng penuh bahagia. Ini tentang Akala Mannaf Kanagara-anak yang tak pernah diinginkan, hidup di rumah yang seharusnya jadi tempat pulang, tapi lebih sering terasa seperti neraka yang berwujud elegan. Ini tentang rasa yang harus abadi dalam bait aksara, tentang asmaraloka yang menjadi melankolia, dan tentang harsa yang harus menjadi lara. tentang Akala, yang hidup karena dunia belum memberinya pilihan untuk mati. "Mati. Aku hanya ingin mati!" Sebaris kalimat yang selalu di lontarkan dalam benaknya. . . . . . . . . . "Apa salah saya ma?" "Salah kamu karena telah lahir ke dunia ini" "Saya tidak pernah meminta di lahirkan, dan saya juga tidak pernah mau untuk di lahirkan. Bahkan kalian tidak pernah menganggap saya hadir di dunia ini" *** "saya suka sama kamu" "tapi kita beda keyakinan, kala" "saya tidak peduli, tuhan itu satu" "tuhan memang satu, kala. tapi, kita yang berbeda" *** "jangan pernah sakit lagi, kal. jangan tinggalin kita" "apa peduli lo semua?!" *** "lo sudah bahagia kan?" "bahagia lo membuat kita sadar kalau ternyata selama ini kita salah menyia-nyiakan sahabat sebaik lo" *** "selamat tidur, matahari ku" Copyright'' allovareyy_ 2023

More details
WpActionLinkContent Guidelines