Beban Tanpa Suara

Beban Tanpa Suara

  • WpView
    LECTURAS 4
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, oct 10, 2024
Sejak kecil, Raka, anak bungsu dalam keluarganya, selalu berada di bawah bayang-bayang ambisi dan harapan besar dari orang tua dan saudara-saudaranya. Setiap langkahnya terasa seperti beban yang tidak terlihat-tuntutan untuk berprestasi di sekolah, mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, dan memenuhi cita-cita yang bukan miliknya. Meskipun senyumnya seringkali tampak ceria di hadapan orang lain, di dalam hati ia terperangkap dalam kerinduan akan kebebasan dan identitasnya sendiri. Taraka merasa seperti boneka yang dikendalikan oleh tali-tali yang terbuat dari harapan orang lain, tak pernah bisa bersuara atau menolak, dan setiap pencapaian hanya menambah berat beban yang ia pikul. Ketidakmampuannya untuk mengekspresikan perasaan membuatnya semakin terasing, seolah ia berjalan di jalan yang ditentukan orang lain tanpa kesempatan untuk memilih arah hidupnya sendiri.
Todos los derechos reservados
#394
bungsu
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Rintisan Harapan
  • Keluarga Cemara-Cemaraan
  • Nasa's Youngest |✔|
  • MEMELUK LUKA [END]
  • Analog Melankolis
  • Berawal dari Amanah Ibu Berakhir menjadi Prinsip Hidupku

Abian Adhiyaksa, sosok anak sulung dari tiga bersaudara dengan sejuta harapan yang harus menjalani kehidupan pahit yang seharusnya tidak ia rasakan. Awalnya kehidupan pemuda itu bersama keluarganya berjalan harmonis, sebelum akhirnya sebuah kecelakaan hebat yang menimpa kedua orang tuanya membuat kehidupan pemuda itu berubah drastis. Tidak, bukan meninggal, lebih tepatnya kondisi mereka berubah. Sang ibu mengalami kebutaan dan sang ayah menjadi pecandu minuman keras. Sungguh malang nasib pemuda itu. Ia harus merawat kedua adiknya dimana si bungsu yang mengidap leukimia dan juga orang tuanya di saat kondisinya juga tidak baik. Pemuda itu di diagnosis mengidap kanker otak yang menyebabkan pemuda itu sering mengalami kelelahan. Serta kondisi keluarganya yang sekarang membuat dirinya harus merahasiakan dan menahan apa yang ia derita sekarang. Apakah harapanku akan sesuai dengan kehendak Tuhan? - Abian Adhiyaksa *** Start : 09 Desember 2024 Finish :

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido