We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ARKANASA

ARKANASA

  • WpView
    Reads 51
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 20, 2026
WpInfo
Fanfic
NCT
Sejak Bintang lahir, semua berubah bagi Marvin. Ayah dan Bunda lebih sering bersama Bintang juga Marvin yang makin terbiasa apa apa sendiri. Marvin tidak membenci Bintang, hanya saja ketika ia menatap adiknya, yang ada dihatinya hanya rasa tidak terima karena luka yang ditoreh oleh kedua orangtuanya di hati Marvin. Bintang yang perlahan menyadari bahwa sang kakak yang tak pernah berjalan disampingnya, mencoba mendekat dan mengungkapkan kasih darinya untuk kakaknya. Luka yang tidak disadari diberikan oleh Ayah dan Bunda menyebabkan renggang hubungan adik dan kakak ini. Marvin tumbuh sendiri sedangkan Bintang tumbuh dengan Ayah dan Bunda. Tangki cinta mereka yang berbeda menyebabkan berbagai masalah yang muncul, berakhir hilangnya satu orang diantara mereka yang meninggalkan luka yang semakin melebar serta beribu penyesalan 'seandainya dulu tak seperti ini' Siapkah yang hilang diantara mereka? Dan siapa yang hidup dengan seribu penyesalan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines