DESTINY [ On Going ]

DESTINY [ On Going ]

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 30, 2024
Selamat membaca (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤ " Anak anak ayo Kita rolling lagi tempat duduk nya " ucap wali kelasku di depan kelas. " Kenapa mam? Bukannya baru kemaren kita rolling, kok sekarang rolling lagi sih " ucap salah satu teman ku yang ada di depan ku. " Ya itu salah kalian sendiri rame terus saat pelajaran, sampai sampai tuh ya para guru guru itu memperingati mam " ucap guruku yang sudah lelah memberikan nasihat kepada murid nya. " Udah sekarang kalian beresin barang barang kalian, mam akan menyusun lagi tempat duduk kalian". " Fathir kamu duduk dipojok Paling belakang sana" ucap guruku sambil menunjuk tempat duduk yang ada di paling pojok. " Terus kamu Mila, kamu duduk di bangku depan nya Fathir" ucap guruku pada sahabat ku. " Bye , bye bastie " ucap Mila padaku. " Dan kamu Serena kamu duduk di sebelahnya Fathir" ucap guruku pada ku. Bagai di sambar petir aku terkejut, karena aku bisa duduk di sebelah crush ku dan dekat juga dengan Mila sahabat ku. Aku mulai berjalan menuju di mana tempat duduk ku berada. " Kamu mau duduk di mana? Sebelah tembok atau di sebelah nya" ucap seseorang yang ada dihadapan ku dengan suara lembut. " Oh boleh gak aku duduk di sebelah tembok? " Tanya ku pada nya Tampa menjawab pertanyaan ku ia langsung menaruh tasnya di bangku yang dekat dengan bangku lainnya. " Makasih" ucap ku dengan lirih hampir tak terdengar. Tanpa ku sadari ia tersenyum tipis hampir tak terlihat kepada ku. _________________&____________________
All Rights Reserved
#20
fathir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • Sweet Combat
  • Melody Arthadiesa
  • Pelangi yang Telah Lama Hilang
  • kiara's dream
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Ayesha Transmigration
  • ALVANSA [Completed]

Warning!!! Ini agak mengandung keprikkan, alur suka-suka saia karena inpirasi dari saia sendiri. Tugas kalian menerima dan memberi dukungan, Saia suka jika di berikan saran bukan kritikan. Dan untuk plagiat mohon mundur say, saya benci orang yang tidak tau cara menghargai hasil karya orang lain. Ini kisah Ani gadis yang belum tamat SMK sudah mempunyai suami, awal bertemu karena seekor kucing yang membawa tali kutang, menikah karena permintaan terakhir Papanya, dan berencana bercerai setelah enam bulan menikah. Namun, akankah kisah Ani berakhir bercerai? Atau malah langgeng dengan suaminya? *** "Aduhhhhh." "Kamu gak punya mata, ya?! Jalan gak liat-liat!" "Eh! Lo gak punya mata buat liat gue punya mata apa gak?!" "Kenapa kamu yang nyolot?! Terus ngapain kamu ke rumah orang? Jangan-jangan kamu maling, ya?" "Maling-maling bakpao lo gede! Gue udah di izinin masuk sama Buk Fatimah, gue mau nyari-" "Apa kamu liat-liat?!" "Wahhhh, parah lo di tangan lo itu apa? Tali BH gue ini! Wahhh bangke lo! Mesum lo ya?" *** "Ani, Mak gak pernah minta yang aneh-aneh. Tapi, tolong sekali ini aja, Pak Fikri baik banget sama Mak. Mak bahkan gak tau caranya balas jasa Pak Fikri gimana, dan ini malah jadi permintaan terakhir beliau, mau ya, nak?" "Ani mau suami Ani gajinya 10 juta sebulan." "Gaji Ano 60 juta sebulan." *** "Saya tau ini berat buat kita, apalagi kamu. Kamu masih muda banget bahkan masih sekolah tapi harus nikah dengan orang seperti saya, saya udah tua sedangkan kamu masih belia." "Maksud saya, pernikahan ini memang gak bisa saya tolak. Jadi kita menikah tapi hanya enam bulan, setelah enam bulan itu kita bakal cerai. Kamu bisa kuliah tanpa tanggungan sebagai istri dan kamu bisa memulai hidup baru dengan pria yang kamu cintai." .Update saya coba konsisten setiap Selasa dan Minggu. Don't forget follow wattpad @Nunuraini Ig @nunurainini

More details
WpActionLinkContent Guidelines