J.E.V.A [Tamat]

J.E.V.A [Tamat]

  • WpView
    LECTURES 4,518
  • WpVote
    Votes 610
  • WpPart
    Chapitres 14
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., déc. 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
**[Silahkan nikmati bacaan yang telah disajikan, budayakan tetap vote meski ceritanya sudah tamat ya, terima kasih]** Jeva selalu merasa istimewa. Bukan hanya karena tubuhnya yang lebih lemah, tapi juga karena ia dikelilingi oleh tiga saudara yang selalu melindunginya. Java, saudara kembarnya yang penuh semangat, serta Gara dan Lingga, kakak kembar yang tegas namun penuh kasih sayang. Pertanyaan yang selalu menjadi perdebatan, menjadi kakak atau adik, siapa yang sebenarnya memikul beban paling berat? Ketegangan itu membuka luka, rahasia, dan emosi yang selama ini terpendam di hati mereka masing-masing. Dalam pencarian jawaban, Jeva harus belajar bahwa cinta dan pengorbanan tidak mengenal posisi dalam keluarga, melainkan sejauh mana mereka bersedia menjaga satu sama lain. Start > 11 Oktober 2024 End > 21 Desember 2024 Revisi > 5 Maret 2025
Tous Droits Réservés
#259
wattpad2024
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Before 180 Days ✓
  • Indigo Or Psychopath Family [END]
  • HIRAETH || [SELESAI] ✅
  • Sea (n) Sky [End✅]
  • EVER LOST - END
  • Mengalah? Gak papa (END)✔
  • Still with Pain (Terbit)✓
  • Devalion
  • "Sebenarnya Apa Yang Kau Harapkan Dari Takdir?"  [END]

Saat Yasa dan Yada masih kecil, mereka adalah saudara kembar yang tak terpisahkan. Dunia mereka penuh dengan tawa, mimpi, dan kehangatan keluarga. Namun, segalanya mulai berubah ketika Yasa pertama kali didiagnosis lupus. Di usia yang masih belia, ia harus menghadapi kenyataan bahwa tubuhnya tak sekuat anak-anak lain. Yada, yang selalu melihat kembarannya sebagai bagian dari dirinya sendiri, mulai merasa takut kehilangan, takut melihat Yasa menderita. Sementara itu, orang tua mereka yang dulu harmonis perlahan mulai retak, perdebatan tak terhindarkan, dan rumah yang dulu terasa aman kini menjadi medan ketegangan. Di antara kesakitan dan ketidakpastian, Yasa dan Yada berusaha bertahan, saling menggenggam erat sebelum badai benar-benar menghancurkan keluarga mereka. Sebelum semuanya hancur, sebelum rumah mereka tak lagi sama, mereka masih punya satu sama lain-setidaknya untuk saat itu. Mampukah mereka mempertahankan keutuhan keluarga, ataukah pada akhirnya perpisahan tetap tak terhindarkan?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu