My Rebirth

My Rebirth

  • WpView
    Reads 228
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 20, 2025
Naruto terbangun kembali di dalam tubuh remajanya setelah melawan Ishiki. Semula dia merasa tertekan, mengetahui kenyataan bahwa dia harus terpisah dari keluarga kecilnya. Tapi, ketika mengingat sosok Hinata di masa kecil, mengangkat suasana hatinya yang jatuh ke dasar. Dia bersemangat untuk menemukan Hinata tapi saat dia berlarian ke Mension Hyuga, rupanya Hinata sudah lama meninggalkan Konoha dan menjadi ninja pembantu di desa Suna. Tidak tahan tanpa melihat sosok Hinata sedetikpun, Naruto dengan tegas meminta nenek Tsunade agar mengirimnya ke Suna.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naruto : See The Future
  • Kowareta
  • Jurnal Kushina
  • Sweet Malpractice
  • Become to Me
  • Yellow To Red [END]
  • Love For Hinata (Naruto x KnB)
  • Only You [END]

Update Di Usahakan Setiap Hari "Tuan Hokage! Maksudmu, perjalanan waktu?" Minato menatap lelaki tua itu dengan heran di matanya yang berbinar, membuat Jiraiya kecewa. "Aku lupa betapa nerd anak ini." "Itulah satu-satunya penjelasan yang bisa saya berikan kepada Anda saat ini, dengan apa yang telah dijelaskan oleh shinobi, dia dipindahkan ke sini menjelang akhir Perang Ninja Besar Keempat." Tsunade memucat, "F-keempat? Kita masih di urutan ketiga!" Hiruzen bersenandung mengakui, "Saya tahu ini sulit untuk dipahami, itulah sebabnya saya memanggil shinobi yang bersangkutan untuk maju." "Kau boleh masuk, Naruto." Pintu ruang bawah tanah terbuka dan masih memar dan babak belur remaja pirang melenggang ke dalam ruangan. Mata safir mengamati ruangan, emosi menari-nari di sekitar bola saat dia melihat penghuni ruangan. Dia mengenakan jubah rumah sakit putih, satu lengannya tertiup angin kecil yang dipancarkan dari ventilasi di atas kepala, "Hei, Nak." Naruto menatap Tsunade, "Nenek Tsunade!" Dia berseri-seri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines