LOVE IN CRIME

LOVE IN CRIME

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Apr 17, 2025
"Love in Crime" Dalam hujan, ia berjalan sendirian. Dalam gelap, ia menangis diam-diam. Namanya Humaira-gadis yang dilahirkan dari cinta, namun hidup dalam bayang dendam. Ketika masa lalu kembali menagih janji darah, dapatkah luka-luka lama disembuhkan oleh tangan yang belum dikenal? Dan mungkinkah cinta tumbuh di antara kebisingan irisan pisau tajam dan bisikan rahasia? Atau... apakah semuanya hanya bagian dari permainan? [BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA] Bijaklah dalam membaca! Karya ini murni dari pemikiran dan ide saya sendiri. Jika ada kesamaan; nama tokoh, tempat, latar dan kejadian itu bukan kesengajaan atau unsur plagiat. Hak cipta dilindungi Tuhan yang maha esa, plagiat bukan prestasi yang membanggakan. ©hak cipta dilindungi undang undang
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Moncake : Murder in Dreaming (Moncake Prime Cases Batch 1)
  • REGATHAN [END]
  • Perder El Amor
  • Happy Ending
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • {LOVE ENDS HAPPILY}
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • RIVERSIDE (END-REVISI)

BLURB MURDER IN DREAMING Malam yang melelahkan, setelah menangani tamu yang hendak memesan tempat di jam - jam tertentu. Tn. Cake, hampir mirip robot karena sama sekali tak terlihat lelah. Bahkan otaknya masih siap menangkap dan terbuka untuk membaca koran yang ia beli di pagi hari. ."Pria yang bertanggung jawab atas kematian tiga orang bebas setelah tiga tahun masa tahanan. Satu nyawa untuk satu tahun!" kata Tn. Cake dengan lantang membaca judul koran itu. . Tidak lama setelah itu, pintu depan kami diketuk dengan keras. Sesaat ia memang minta tolong. Kami tidak punya pilihan selahin membukakan. . . Pintu terbuka... . . "Kyaaaaahh!!" teriakan lantang dan melengking. Dengan tidak siap, kulitku melompat. Secara spontan aku mendorong diriku sendiri ke belakang. Seseorang yang berlumuran cairan merah kental, tangan kanan memegang pisau tajam meneteskan cairan yang sama. . . Masalahnya wajah orang itu mirip seperti pria yang ada di judul koran itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines