Epilog dari Sebuah Prolog

Epilog dari Sebuah Prolog

  • WpView
    LECTURAS 25
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida vie, oct 11, 2024
WpInfo
Ficción
Romance
Vilas, seorang siswa yang kehilangan dirinya sendiri. Tenggelam di masa lalu, hanya untuk memikirkan apa yang harus dilakukan di masa depan. Memiliki seseorang sebagai yang menemaninya menjalani keseharian, ia baru sadar bahwa seseorang baru menyadari bahwa sesuatu itu berharga ketika mereka kehilangan.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • In The Name of Love
  • Forget Me Not [END] TERBIT
  • Antara Cinta dan Takut [TERBIT]
  • Karena Kamu Rumahnya
  • Rumah Yang Kuciptakan Sendiri
  • Noda dalam Cinta
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Cold couple
  • Feeling Blue

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido